Petugas mulai memperbaiki atap jalur pejalan kaki menuju Stasiun Jurangmangu di Ciputat, Tangerang Selatan, yang rusak dan berlubang pada Kamis (21/5/2026). Perbaikan fasilitas publik tersebut dilakukan setelah munculnya keluhan dari masyarakat sekitar, dilansir dari Megapolitan.
Dua pekerja terlihat sedang mengganti material spandek lama yang rusak dengan yang baru di lokasi kejadian. Luas area atap yang diperbaiki diperkirakan mencapai 15 x 4 meter, sementara akses pejalan kaki tetap dibuka dengan pengawasan petugas keamanan.
Salah satu petugas perbaikan, Yanto, menjelaskan bahwa tindakan tersebut baru bisa terlaksana setelah adanya laporan keluhan dari warga pengguna jalan.
"Baru ada komplen dari warga terus jugakan banyak yang harus saya perbaiki. Jadi baru bisa sempat sekarang," ujar Yanto.
Kerusakan diduga timbul akibat gesekan dan beban dari rumpun bambu yang terlalu rimbun hingga condong ke arah struktur atap. Kondisi ini menyumbat saluran air hujan sehingga air menggenang dan merusak material spandek.
"Air hujan jadi enggak mengalir dan menumpuk di spandek, akhirnya berkarat dan gampang hancur," kata Yanto.
Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam satu hari dengan fokus utama pada penggantian spandek serta pemangkasan tanaman bambu. Jalur ini sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan area stasiun dengan kawasan Universitas Pembangunan Jaya.
"Ganti spandek tapi enggak sampai ditebang pohon bambunya, paling dirapihkan saja," kata Yanto.
Di sisi lain, para pengguna jalan mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kondisi atap yang sebelumnya dibiarkan rusak dalam waktu cukup lama. Salah seorang pejalan kaki, Mariam, berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar fasilitas lebih tahan lama.
"Rusaknya sudah kemarin, sudah lama juga kayanya," kata Mariam.
Mariam juga menyarankan agar pihak pengelola mengganti material dengan papan yang lebih kokoh demi kenyamanan bersama.
"Kalau bisa dibenerin, ganti papan gitu. Lebih baik begitu daripada cuma ditambal doang," kata Mariam.
Keluhan serupa disampaikan oleh pengguna KRL lain, Rizkya, yang merasa waswas saat melintas di jalur tersebut terutama ketika membawa anak kecil.
"Kalau sudah bolong begitu ya khawatir, takutnya roboh," ujar Rizkya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan pemeliharaan fasilitas secara berkala oleh pihak pengelola.
"Kalau bisa perawatannya diperhatikan lagi jadi biar enggak terulang," ucap Rizkya.