PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah memperkuat sinergi untuk mempercepat operasional penuh Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini difokuskan pada penguatan konektivitas infrastruktur serta pembangunan ekosistem logistik yang terintegrasi.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, koordinasi tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), hingga Kementerian ATR/BPN. Pertemuan ini bertujuan memastikan kesiapan akses pendukung di luar kawasan pelabuhan.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menjelaskan bahwa ketersediaan akses jalan menuju terminal merupakan faktor krusial dalam mendukung kelancaran distribusi barang di wilayah tersebut.
"Keberhasilan Terminal Kijing sangat bergantung pada konektivitas yang terintegrasi, terutama dari sisi infrastruktur jalan," ujar Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemerintah kini tengah mematangkan rencana pembangunan akses jembatan serta jalan tol guna menekan biaya logistik nasional. Roy menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam penyediaan dana pembangunan tersebut.
"Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam skema pembiayaan dengan melibatkan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Dukungan investasi yang terintegrasi akan membantu menekan biaya pembangunan dan berdampak pada tarif tol yang lebih terjangkau," ungkap Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
Rencana jalan tol sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan Bandara Supadio dengan Terminal Kijing diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi multimoda di Kalimantan Barat.
"Integrasi ini akan mempercepat arus logistik sekaligus meningkatkan daya saing wilayah Kalimantan Barat," ungkap Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan bahwa keberadaan pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Keberadaan Terminal Kijing sangat penting bagi masyarakat Kalimantan Barat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperlancar distribusi logistik," ujar Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat.
Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur pendukung tersebut tetap memperhatikan kepentingan mobilitas publik secara umum, bukan hanya untuk angkutan barang.
"Kami berharap pembangunan akses menuju Terminal Kijing dapat mengedepankan jalan umum, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk logistik tetapi juga mobilitas masyarakat secara lebih luas," ungkap Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh fasilitas internal pelabuhan untuk mendukung lonjakan aktivitas bongkar muat.
"Kami memastikan kesiapan operasional Terminal Kijing, baik dari sisi fasilitas, layanan, maupun dukungan ekosistem di dalam kawasan pelabuhan," ujar Farid Padang, Direktur Komersial Pelindo.
Pelindo juga berupaya mengintegrasikan terminal dengan kawasan industri sekitar demi menjamin kepastian kargo yang masuk dan keluar dari Kalimantan Barat.
"Optimalisasi Terminal Kijing tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada dukungan konektivitas serta kepastian pipeline kargo. Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis terminal ini dapat meningkatkan efisiensi rantai logistik di Kalimantan Barat," tutup Farid Padang, Direktur Komersial Pelindo.
Rangkaian agenda ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Direksi Pelindo, perwakilan Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Provinsi Kalimantan Barat.