Pemerintah Percepat Swasembada Energi untuk Program Prioritas 2026

Pemerintah Percepat Swasembada Energi untuk Program Prioritas 2026

Pemerintah Indonesia menargetkan percepatan swasembada energi guna mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) tahun 2026 sebagai respons terhadap krisis global. Strategi ini melibatkan delapan kluster pembangunan dan integrasi pembiayaan antara anggaran negara serta investasi jangka panjang melalui Danantara.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberikan rincian mengenai pembagian fokus kerja tersebut pada Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Money, keterlibatan fiskal negara akan diprioritaskan pada penyediaan barang publik dan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

"Ada 8 kluster dan ada 60 program. Programnya sudah jelas yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi sampai dengan pemerataan ekonomi di perdesaan," jelas Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan.

Juda menambahkan bahwa terdapat perubahan skema dalam pengelolaan investasi pemerintah yang kini lebih terdiversifikasi. Hal ini dilakukan demi mengoptimalkan hasil pembangunan dalam jangka waktu yang lebih lama.

"Yang dulunya investasi pemerintah dilakukan melalui fiskal, sekarang ini dilakukan melalui Danantara," jelasnya.

Koordinasi antarlembaga juga melibatkan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan dana di pasar. Dukungan ini terutama menyasar proyek strategis berskala besar yang membutuhkan modal kuat.

"Bank Indonesia tentu saja akan menyediakan likuiditas yang cukup bagi perbankan dan juga biaya modal yang rendah di sektor swasta," jelasnya.

Daftar 15 Program Ketahanan Energi PKPN 2026-2029
NoNama Program Ketahanan Energi
1Mandatori Biodiesel 50 (B50)
2Mandatori Bioetanol 20 (E20)
3Program PLTS 100 GW
4Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
5Konversi 6 Juta Unit Motor BBM ke Motor Listrik
6Pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 Juta Sambungan Rumah
7Peningkatan Lifting Minyak dan Gas Bumi
8Small Scale Green Modular Refinery and 6 Storage
9Eksplorasi 10 Ladang Migas Baru
10Listrik Pedesaan
11Pengelolaan Sampah menjadi Energi (PSEL)
12PLTA Skala Besar Terintegrasi
13Kompor Listrik untuk 2-5 Juta Rumah Tangga
14Optimalisasi 45.000 Sumur Minyak Masyarakat
15Optimalisasi 13.000 Sumur Minyak Tua

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan instruksi khusus terkait langkah akselerasi ini pada Jumat (13/3/2026). Beliau memandang kondisi ketidakpastian dunia sebagai momentum untuk mengubah struktur energi nasional secara fundamental.

“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah menekankan pentingnya transisi ke energi terbarukan dengan mengoptimalkan sumber daya alam domestik yang melimpah. Fokus utama terletak pada pengolahan komoditas perkebunan dan pemanfaatan potensi alam lainnya menjadi sumber bahan bakar.

"Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali," tutur Prabowo.

Artikel terkait

Rekomendasi