Dolar AS Menguat Terhadap Dolar Singapura Jelang Uji Resistan

Dolar AS Menguat Terhadap Dolar Singapura Jelang Uji Resistan

Nilai tukar USD/SGD dilaporkan bergerak menguat terbatas dan mengalami konsolidasi dalam menguji tingkat resistan 1,2823 pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Pergerakan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh dinamika penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang Asia lainnya, setelah sempat merosot dari titik terendah swing 1,2650 yang terjadi pada 7 Mei lalu.

Karakteristik khusus dari mata uang Singapura membuatnya memiliki pergerakan yang cenderung lebih diredam dan lambat di tengah dinamika pasar global. Analis dari OCBC, Christopher Wong, memberikan pandangan mengenai kondisi pasar valuta asing yang melibatkan dolar Singapura terhadap volatilitas eksternal tersebut melalui laporan Mitrade.com.

"USD/SGD rose, tracking broader USDAXJs higher." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Pihak OCBC menambahkan bahwa situasi pasar saat ini merefleksikan pergerakan yang dipengaruhi sentimen eksternal termasuk komoditas minyak. Kenaikan indikator RSI harian juga dilaporkan mulai tertahan di tengah fase perdagangan yang berjalan.

"Move reflects SGD’s lower beta characteristics but at the same time, SGD is not immune to external developments, including yields, oil and sentiments." ujar Christopher Wong, analis OCBC.

Meskipun terdapat tekanan dari perkembangan ekonomi global, indikator teknis harian menunjukkan adanya perubahan dalam momentum pergerakan harga. Analis mengamati adanya tanda-tanda meredanya tekanan penurunan harian pada pasangan mata uang ini.

"Mild bearish momentum on daily chart is fading but rise in RSI moderated." cetus Christopher Wong, analis OCBC.

Situasi ini membuka peluang terjadinya perdagangan dua arah dengan batas-batas teknis yang telah dipetakan oleh analis. Pihak OCBC menilai pasar masih memungkinkan untuk memanfaatkan penguatan harga sebagai peluang melakukan transaksi jual.

"2-way trades still likely. Resistance at 1.2720/40 levels (21, DMA, 61.8% fibo retracement of 2026 low to high), 1.2770" tutur Christopher Wong, analis OCBC.

Wong juga memaparkan area batas bawah penahan harga yang menjadi acuan teknis bagi para pelaku pasar. Pihak OCBC mengidentifikasi sejumlah titik support penting yang menopang pergerakan dolar Singapura dalam fase konsolidasi ini.

"Support at 1.2650/60 levels (76.4% fibo), 1.2610 levels. Bias to sell rallies preferred." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Berdasarkan data teknis terbaru dari laporan Continuum Economics pada pukul 02.05 GMT tanggal 19 Mei 2026, nilai tukar USD/SGD sedikit bergerak mundur setelah menguji titik tertinggi 29 April di level 1,2823. Potensi kenaikan lanjutan menuju area resistansi 1,2840 hingga 1,2860 masih terbuka untuk menahan laju penguatan sebelum munculnya tekanan jual baru, sementara batas support dinaikkan ke level 1,2750.

Tabel Level Resistan dan Support USD/SGD
ResistanNilaiKeteranganSupportNilaiKeterangan
R41.2900congestionS11.2750congestion
R31.2860Nov trendlineS21.2700congestion
R21.2840200-day MAS31.2667Apr low
R11.282329 Apr highS41.26507 May low

Sementara itu, Quek Ser Leang dari United Overseas Bank mencatat bahwa USD/SGD telah rebound dari level terendah barunya di sekitar 1,2660 dan momentum ke atas mulai terbentuk. Pasangan mata uang ini diperkirakan didukung secara luas di atas 1,2735, dengan support utama di 1,2660, namun zona resistance signifikan di 1,2880–1,2900 dapat membatasi kenaikan.

"Dua minggu lalu, USD/SGD menguji level 1,2660 saat turun ke level terendah 1,2653. MACD mingguan hanya sedikit menyentuh wilayah negatif, namun setelah rebound kuat minggu lalu, indikator ini kembali positif." kata Quek Ser Leang, analis United Overseas Bank.

Pihak UOB menambahkan analisis mengenai keberadaan garis tren menurun yang menghubungkan beberapa puncak harga sebelumnya. Posisi EMA 55-minggu juga menjadi titik penting yang diperhatikan dalam pergerakan grafik pekan ini.

"Momentum ke atas mulai terbentuk, namun meskipun ada ruang bagi USD/SGD untuk naik lebih lanjut, perlu dicatat bahwa terdapat zona resistance signifikan antara 1,2880 dan 1,2900. Garis tren menurun yang menghubungkan puncak 1,3095 dan 1,2930 berada di 1,2880, sementara EMA 55-minggu saat ini berada di 1,2900." ujar Quek Ser Leang, analis United Overseas Bank.

UOB mencatat pergerakan historis di mana nilai tukar USD/SGD sempat menguji level EMA tersebut pada akhir Maret lalu sebelum akhirnya bergerak mundur kembali. Berdasarkan pengamatan tersebut, pihak bank memproyeksikan batas bawah pergerakan pasangan mata uang ini.

"Perlu dicatat bahwa USD/SGD menguji EMA 55-minggu pada akhir Maret, dengan puncak di 1,2930 lalu mundur." tutur Quek Ser Leang, analis United Overseas Bank.

Guna menjaga kelangsungan momentum penguatan yang sedang berjalan, pergerakan harga diharapkan tidak menembus batas bawah jangka pendek yang sudah ditentukan. Penembusan area resistan dinilai akan mengubah proyeksi pergerakan harga ke depan.

"Secara keseluruhan, kami memprakirakan USD/SGD akan tetap didukung secara luas dari sini, dengan support utama tetap di 1,2660." kata Quek Ser Leang, analis United Overseas Bank.

Apabila nilai tukar USD/SGD berhasil melewati batas atas pertahanan tersebut, peluang menuju level yang lebih tinggi akan terbuka lebar bagi pergerakan pasar selanjutnya dilansir dari fxstreet-id.com.

"Namun, untuk mempertahankan momentum yang sedang terbentuk saat ini, USD/SGD sebaiknya tetap di atas support jangka pendek di 1,2735. Ke depan, penembusan di atas zona resistance akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan pergerakan di atas 1,2930." ujar Quek Ser Leang, analis United Overseas Bank.

Artikel terkait

Rekomendasi