Dolar Singapura Fluktuatif terhadap Dolar AS pada Mei 2026

Dolar Singapura Fluktuatif terhadap Dolar AS pada Mei 2026

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Dolar Singapura bergerak fluktuatif dalam kisaran tenang pada akhir Mei 2026 karena dipengaruhi oleh pergerakan indeks Dolar AS, harga minyak, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kondisi pasar global memicu volatilitas pada mata uang Asia, dengan laporan Continuum Economics menunjukkan adanya koreksi tipis pada pasangan USD/SGD setelah sempat menguji titik tertinggi harian sejak 29 April 2026.

Mata uang Singapura ini dinilai memiliki karakteristik volatilitas yang lebih rendah sehingga bergerak relatif lebih stabil dibandingkan mata uang kawasan lain, meskipun posisinya melebar hingga menyentuh kisaran Rp13.808 per Rabu, 20 Mei 2026 akibat perbedaan struktur ekonomi dengan Indonesia.

Analis OCBC memetakan indikator teknikal harian yang menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai mereda dengan Relative Strength Index yang mengalami penurunan, sehingga membuka peluang perdagangan dua arah.

"USD/SGD rose, tracking broader USDAXJs higher," kata Christopher Wong, analis OCBC melalui laporan Mitrade.com.

Pihak analis menjelaskan bahwa karakteristik pergerakan mata uang Singapura sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan pergerakan imbal hasil obligasi eksternal.

"Move reflects SGD’s lower beta characteristics but at the same time, SGD is not immune to external developments, including yields, oil and sentiments." ujar Christopher Wong.

Penurunan momentum pelemahan harga pada grafik harian membuka peluang strategi perdagangan valuta asing jangka pendek bagi para pelaku pasar.

"Mild bearish momentum on daily chart is fading but rise in RSI moderated." ucap Christopher Wong.

Berdasarkan analisis teknikal tersebut, batas resistan dan support terdekat telah dipetakan untuk menjadi acuan strategi perdagangan selama fase konsolidasi berlangsung.

"2-way trades still likely. Resistance at 1.2720/40 levels (21, DMA, 61.8% fibo retracement of 2026 low to high), 1.2770" tutur Christopher Wong.

Rekomendasi taktis juga diberikan oleh analis untuk mengantisipasi reli kenaikan harga dengan memanfaatkan batas bawah penahan harga yang ada.

"Support at 1.2650/60 levels (76.4% fibo), 1.2610 levels. Bias to sell rallies preferred." kata Christopher Wong.

Sementara itu, analisis dari United Overseas Bank menunjukkan adanya pemulihan momentum kenaikan mingguan setelah indikator Moving Average Convergence Divergence kembali bergerak ke wilayah positif.

"Dua minggu lalu, USD/SGD menguji level 1,2660 saat turun ke level terendah 1,2653. MACD mingguan hanya sedikit menyentuh wilayah negatif, namun setelah rebound kuat minggu lalu, indikator ini kembali positif." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Meskipun ruang penguatan lanjutan masih terbuka, pihak bank mengingatkan pelaku pasar mengenai keberadaan zona resistan kuat yang dibentuk oleh garis tren menurun dan Moving Average.

"Momentum ke atas mulai terbentuk, namun meskipun ada ruang bagi USD/SGD to naik lebih lanjut, perlu dicatat bahwa terdapat zona resistance signifikan antara 1,2880 dan 1,2900. Garis tren menurun yang menghubungkan puncak 1,3095 dan 1,2930 berada di 1,2880, sementara EMA 55-minggu saat ini berada di 1,2900." kata Quek Ser Leang.

Zona teknikal penting di sekitar EMA 55-minggu tersebut tercatat sempat menahan laju pergerakan harga pada periode sebelumnya.

"Perlu dicatat bahwa USD/SGD menguji EMA 55-minggu pada akhir Maret, dengan puncak di 1,2930 lalu mundur." kata Quek Ser Leang.

Secara keseluruhan, proyeksi pergerakan mata uang dinilai akan tetap mendapat dukungan pasar yang luas selama tidak menembus batas bawah jangka pendek.

"Secara keseluruhan, kami memprakirakan USD/SGD akan tetap didukung secara luas dari sini, with support utama tetap di 1,2660." kata Quek Ser Leang.

Penembusan di atas zona batas atas dinilai akan memperkuat peluang kenaikan harga menuju level yang lebih tinggi.

"Namun, untuk mempertahankan momentum yang sedang terbentuk saat ini, USD/SGD sebaiknya tetap di atas support jangka pendek di 1,2735. Ke depan, penembusan di atas zona resistance akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan pergerakan di atas 1,2930." kata Quek Ser Leang.

Di sisi lain, laporan pasar dari OCBC mencatat bahwa indeks Singapore Dollar Nominal Effective Exchange Rate saat ini masih berada dalam posisi aman di atas garis tengah model pengukurannya.

"USD/SGD diperjadangkan fluktuatif dalam kisaran yang tenang, mengikuti pergerakan USD, minyak, dan imbal hasil UST." kata Christopher Wong.

Berdasarkan pantauan pergerakan harga terbaru, pasangan mata uang ini dilaporkan tertahan pada level tertentu dalam perdagangan harian.

"Pasangan terakhir berada di sekitar level 1,2780." kata Christopher Wong.

Kondisi momentum bullish yang mulai melandai dibarengi dengan penurunan indikator kekuatan tren harian.

"Momentum bullish ringan pada grafik harian menunjukkan tanda awal memudar sementara RSI menurun." kata Christopher Wong.

Meskipun terdapat peluang pergerakan dua arah, bias utama perdagangan tetap diarahkan untuk melakukan penjualan saat terjadi lonjakan harga.

"Perdagangan dua arah masih mungkin meskipun bias tetap untuk menjual saat reli." kata Christopher Wong.

Area batas bawah penahan harga jangka panjang telah ditentukan berdasarkan kombinasi indikator rerata bergerak dan rasio Fibonacci.

"Area support di level 1,2720/60 (MA 21, 100 hari, Fibonacci retracement 61,8% dari rendah ke tinggi 2026) sebelum level 1,2650/70 (Fibonacci 76,4%)." kata Christopher Wong.

Dilansir dari Berita Satu, ketahanan ekonomi Singapura didukung oleh surplus transaksi berjalan sebesar 17 persen dari PDB sepanjang 2025 serta kepemilikan peringkat kredit AAA.

Data teknis pergerakan nilai tukar USD terhadap SGD dijabarkan secara rinci dalam tabel berikut.

Daftar Batas Resistan dan Support USD/SGD per Mei 2026
Batas ResistanNilaiKeteranganBatas SupportNilaiKeterangan
R41.2900congestionS11.2750congestion
R31.2860Nov trendlineS21.2700congestion
R21.2840200-day MAS31.2667Apr low
R11.282329 Apr highS41.26507 May low

Hingga April 2026, cadangan devisa Singapura mencapai lebih dari US$370 miliar, sementara Indonesia mencatatkan cadangan devisa sebesar US$152,5 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi