Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) menyelenggarakan pameran Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 6 hingga 8 Mei 2026. Ajang ini menjadi pusat inovasi bahan baku dan teknologi terbaru bagi pelaku industri parfum serta kosmetik nasional.
Gelaran tahun ini mengusung tema khusus mengenai masa depan bahan baku kosmetik yang mengutamakan teknologi, keamanan, serta keunggulan berkelanjutan. Berdasarkan data yang dilansir dari Ekonomi, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diproyeksikan menembus angka US$10 miliar.
Pertumbuhan sektor kecantikan nasional tercatat stabil dengan rata-rata kenaikan di atas 5,5 persen selama lima tahun terakhir. Ketua Umum PERKOSMI, Sancoyo Antarikso, menegaskan pentingnya standar tinggi dalam pengembangan produk di tengah persaingan global yang semakin ketat.
"Melalui ICI 2026, kami mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memimpin inovasi dengan memanfaatkan teknologi terkini, memastikan keamanan produk, serta mengedepankan praktik yang berkelanjutan," ujar Sancoyo Antarikso, Ketua Umum PERKOSMI.
Selain inovasi teknologi, tren aroma parfum bergaya Timur Tengah menjadi sorotan utama dalam pameran kali ini. Komisaris PT Alfa Indo Global, Ali Akbar, menyebutkan adanya pergeseran preferensi konsumen menuju aroma yang lebih mewah dan manis.
"Sekarang lagi tren aroma Timur Tengah seperti Gissah, Rasasi, dan Lattafa. Aromanya lebih mewah, sweet dengan sentuhan vanilla dan woody," kata Ali Akbar, Komisaris PT Alfa Indo Global.
Peningkatan minat terhadap karakter aroma tersebut dipicu oleh banyaknya masyarakat yang membawa produk parfum sebagai buah tangan dari perjalanan umrah. Hal ini memengaruhi permintaan dari produsen parfum lokal hingga bisnis pengisian ulang parfum.
Direktur Utama PT Alfa Indo Global, Fahmi, menambahkan bahwa saat ini formulasi bibit parfum mulai dikembangkan secara unik guna memberikan identitas khusus bagi merek-merek kosmetik dalam negeri.
"Sekarang formulasi bisa dibuat lebih fleksibel sesuai kebutuhan pasar. Ada twist aroma tertentu supaya tetap punya identitas sendiri," ujar Fahmi, Direktur Utama PT Alfa Indo Global.
Sisi pengawasan regulasi juga menjadi poin penting dalam pameran yang diikuti oleh 98 perusahaan ini. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengingatkan bahwa daya tarik produk harus tetap sejalan dengan jaminan kesehatan bagi para penggunanya.
"Industri kosmetik saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang efektif dan menarik, tetapi juga harus mampu menjamin keamanan bagi konsumen serta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan," ujar Taruna Ikrar, Kepala BPOM.
ICI 2026 menyediakan 564 stan pameran serta fasilitas pendukung seperti Innovation Zone dan Formulation Lab. Penyelenggara menargetkan kehadiran lebih dari 15.000 pengunjung untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, akademisi, dan mitra industri global.