Permintaan Hewan Kurban di Malang Meningkat Jelang Idul Adha 2026

Permintaan Hewan Kurban di Malang Meningkat Jelang Idul Adha 2026

Aktivitas transaksi hewan kurban di Kabupaten Malang mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan menjelang perayaan Idul Adha 2026. Salah satu titik keramaian terpantau di Pasar Hewan Kecamatan Gondanglegi yang mengalami lonjakan permintaan, terutama untuk komoditas kambing.

Lonjakan transaksi ini dipicu oleh kedatangan pembeli dari warga lokal serta pedagang perantara yang berasal dari luar daerah. Dilansir dari Cahaya, tingginya permintaan pasar ini berdampak langsung pada kenaikan harga kambing di tingkat peternak maupun pedagang.

Suasana di Pasar Hewan Gondanglegi dilaporkan sangat ramai mengingat pelaksanaan Idul Adha diprediksi jatuh pada 27 Mei 2026. Berdasarkan kalender Jawa, pasar ini beroperasi rutin pada pasaran Pon dan Legi, di mana pada Senin (4/5/2026) bertepatan dengan pasaran Legi.

Meskipun hari raya kurban masih menyisakan waktu sekitar 23 hari, pergerakan penjualan sapi maupun kambing terus merangkak naik. Hendrik Kurniawan, seorang peternak kambing asal Kecamatan Dampit, mengungkapkan adanya peningkatan volume penjualan dalam beberapa pekan terakhir.

"Di hari-hari biasa cuma laku satu atau dua, kadang juga nggak laku. Ini mulai ada peningkatan sehari bisa laku lima kambing," ujar Hendrik.

Kenaikan penjualan saat ini diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen dibandingkan periode reguler. Mayoritas transaksi didominasi oleh blantik atau pedagang perantara yang membeli hewan untuk dipasarkan kembali kepada konsumen akhir.

Permintaan kambing di wilayah Malang banyak mengalir dari para blantik yang datang dari luar kota, khususnya wilayah Jawa Tengah. Dalam satu periode pasaran, tercatat sekitar lima hingga sepuluh pedagang perantara yang aktif melakukan pembelian besar.

"Tapi kan lihat kondisi pasar dulu, di sini (Pasar Hewan Gondanglegi bisa tiga sampai 5 blantik. Kalau di Dampit bisa sepuluh blantik yang beli," kata Hendrik.

Puncak penjualan diprediksi akan terus menguat saat memasuki sepuluh hari sebelum Idul Adha. Namun, para pedagang belum bisa membandingkan proyeksi capaian tahun ini dengan hasil penjualan pada tahun sebelumnya.

Harga Kambing Alami Kenaikan

Meningkatnya animo pembeli secara otomatis mengerek harga jual kambing di pasaran. Sebelum Idul Fitri lalu, harga kambing rata-rata berada pada angka Rp2 juta per ekor, namun kini telah menyentuh kisaran Rp2,3 juta per ekor.

Penentuan harga tersebut tetap bergantung pada ukuran tubuh serta kondisi fisik hewan. Untuk keperluan ibadah kurban, jenis kambing jantan yang sudah masuk usia poel menjadi kriteria yang paling banyak diburu oleh para pencari hewan kurban.

Kondisi Kesehatan dan Pengawasan Hewan

Terkait ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Hendrik menyatakan bahwa situasi di pasar hewan sejauh ini masih terpantau aman. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya kasus penularan PMK pada hewan-hewan yang diperjualbelikan di lokasi tersebut.

"Selama ini belum ada yang terjangkit, tapi kalau di peternakan warga belum tahu ya, di pasar nggak ada," ujar Hendrik.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memastikan akan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Lusia Endah Sukesi, menegaskan pengawasan mencakup pasar hingga lapak penjualan.

"Kita akan melakukan pengawasan di lapak dan pasar hewan. Kami bagi tim agar cakupannya merata dan luas," kata Kesi.

Tim pengawas dijadwalkan mulai terjun ke lapangan sejak H-2 minggu hingga H-3 sebelum Idul Adha. Petugas akan melakukan pemeriksaan keliling guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar memenuhi standar kesehatan dan layak dikonsumsi masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi