Persib Bandung Rancang Rute Pawai Juara Lewati Tiga Lokasi Historis

Persib Bandung Rancang Rute Pawai Juara Lewati Tiga Lokasi Historis

Manajemen Persib Bandung mematangkan rencana pawai kemenangan dengan rute khusus yang melintasi tiga lokasi historis di Kota Bandung pada Minggu, 24 Mei 2026. Skenario selebrasi baru ini disiapkan menyusul peluang besar skuad Pangeran Biru untuk mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026 pada laga pamungkas akhir pekan nanti.

Kepastian mengenai rancangan rute konvoi yang sengaja diubah dari pola perayaan tahun-tahun sebelumnya tersebut disampaikan oleh manajemen di Graha Persib pada Selasa, 19 Mei 2026. Tim asuhan Pangeran Biru berpeluang mencetak sejarah baru sebagai klub pertama yang meraih juara tiga musim berturut-turut sekaligus mengoleksi lima piala dalam kancah sepak bola nasional jika mampu menang atau imbang melawan Persijap Jepara.

Direktur Olahraga sekaligus CEO Deputy PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Herawan menegaskan jalur selebrasi kali ini telah dipertimbangkan secara matang dan akan dipusatkan mulai dari Gedung Sate hingga berakhir di Gedung Merdeka.

"Nggak dibalik. Beda rutenya. Jadi rutenya besok itu," ucap Adhitia Putra Herawan.

Manajemen sengaja mengubah titik awal konvoi demi memberikan suasana baru bagi seluruh komponen tim dan juga para pendukung. Jalur perayaan ini dirancang untuk tidak sekadar menjadi momen pesta kemenangan.

"Insya Allah kalau kita juara konvoinya kita mulai dari Gedung Sate. Berakhirnya di pendukung. Kalau sebelumnya kan dari Balai Kota ke Gedung Sate," tambahnya.

Melalui rute ini, pihak manajemen mengusung misi penting untuk mengedukasi sekaligus mendekatkan kembali para pencinta sepak bola dengan warisan sejarah Kota Kembang.

"Nah kalau nanti dari gedung sate ke pendukung. Jadi tujuannya dulu kita mau mengenalkan tiga titik bersejarah kota Bandung," ungkapnya.

Tiga lokasi ikonik yang telah ditetapkan tersebut dinilai kuat merepresentasikan identitas sepak bola serta perjuangan dari masyarakat Bandung.

"Yang pertama itu patung sepak bola, Patung Ajat di Lembang. Yang kedua titik nol di Asia Afrika. Dan ketiga itu di Gedung Merdeka," jelasnya.

Selain konvoi melintas, manajemen Persib juga menyiapkan agenda khusus berupa prosesi simbolis pengangkatan trofi juara di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan sakral Gedung Merdeka.

"Nanti insya Allah ada prosesnya angkat pialanya itu di JPO di gedung Merdeka," paparnya.

Pemilihan area internasional Asia Afrika didasari nilai filosofis mendalam agar dapat memberikan atmosfer tersendiri bagi perayaan kemenangan Maung Bandung.

"Nah kita juga pengen ngenalin itu kan area bersejarah kota Bandung. Dan harapannya karena itu akan melewati jalur Asia Afrika," tambahnya.

Melalui momentum melintasi kawasan bersejarah tersebut, manajemen menyelipkan harapan besar bagi masa depan klub di kancah yang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan insya Allah musim depan kita berpresisi lebih jauh di Asia. Doanya seperti itu," pungkas dia.

Di sisi lain, manajemen Persib Bandung juga berencana memboyong para pemain dari berbagai generasi terdahulu yang pernah membawa klub meraih tahta juara untuk ikut serta dalam iring-iringan pawai.

"Dan kami Persib Bandung ingin menunjukkan ke publik bahwa kami tidak pernah melupakan sejarah. Kami selalu menghormati dan menghargai semua pemain yang sudah berjuang untuk Persib," ujar Adhitia.

Para aktor sejarah dari skuad juara Liga Indonesia 1995, ISL 2014, Liga 1 2024, hingga musim 2025 akan diajak berkumpul untuk menyemarakkan momentum emosional ini bersama para Bobotoh.

"Maka dari itu kami ingin mengajak semua stakeholder yang pernah membuat Persib juara untuk ikut di pawai ini, dari mulai tahun ’95, 2014, 2024, 2025, dan Insya Allah 2026," tegas Adhitia.

Rencana kehadiran para legenda lintas generasi ini dilaporkan mendapat sambutan yang sangat hangat dan antusias dari kelompok suporter.

"Kehadiran para legenda lintas generasi dinilai akan menghadirkan nuansa emosional tersendiri bagi para pendukung, sekaligus mempererat ikatan antara klub, pemain, dan bobotoh yang selama ini menjadi kekuatan utama Persib," ungkap Adhitia.

Kepastian seluruh rangkaian pawai juara lintas generasi ini masih menunggu hasil pertandingan terakhir Persib Bandung melawan Persijap Jepara yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Artikel terkait