Kementerian ESDM melalui LEMIGAS resmi menunjuk PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) pada Kamis (7/6/2026). Penugasan ini menjadikan Pertagas bertanggung jawab atas kelanjutan infrastruktur yang sebelumnya telah beroperasi pada ruas Semarang-Batang.
Dilansir dari Detik Finance, proyek Cisem II merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan mengintegrasikan seluruh infrastruktur pipa gas bumi di wilayah Indonesia. Pembangunan ini menjadi penyambung krusial bagi pipa transmisi yang sudah ada di kawasan Gresik hingga Semarang.
Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menjelaskan bahwa penyaluran energi melalui jaringan pipa ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri akan sumber energi yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
"Energi yang disalurkan melalui pipa Cisem ini akan menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lainnya atas energi yang bersih, lalu juga memberikan nilai tambah sektor hulu migas, dan yang terpenting adalah mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia," ujar Indra P Sembiring, Direktur Utama Pertagas.
Pembangunan pipa sepanjang kurang lebih 242 kilometer ini dinilai sangat strategis karena menghubungkan lokasi sumur gas bumi yang tersebar dengan pusat-pusat konsumen utama. Infrastruktur ini akan menyatukan jaringan pipa yang berada di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Jadi, Pipa Cisem II sepanjang ±242 km menjadi game changer, karena terhubung dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga akan memperkuat keandalan penyaluran di Infrastruktur energi di Pulau Jawa," terang Indra P Sembiring, Direktur Utama Pertagas.
Indra menegaskan bahwa optimalisasi gas bumi merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung proses transisi energi nasional. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk menyukseskan program swasembada energi yang dicanangkan dalam target Asta Cita Presiden.