Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis Hulu Migas dengan Apache Corporation

Pertamina Jajaki Kerja Sama Strategis Hulu Migas dengan Apache Corporation

PT Pertamina (Persero) tengah melakukan diskusi strategis bersama Apache Corporation guna menjajaki peluang pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas). Kolaborasi ini menitikberatkan pada penguatan pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional untuk mendongkrak produksi minyak nasional.

Pertemuan penting ini, sebagaimana dikutip dari Suara, dihadiri oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dan Senior Vice President, U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt. Jajaran manajemen dari kedua belah pihak turut mendampingi dalam pembahasan kerja sama tersebut.

Sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi pengembangan aset hulu migas di wilayah Indonesia serta potensi kemitraan di level internasional. Selain itu, kedua perusahaan juga membicarakan penjajakan minat investasi dan berbagai peluang eksplorasi baru bagi Apache di tanah air.

Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah upaya pengembangan low quality reservoir. Fokusnya adalah pada implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) serta Multi-Stage Fracturing (MSF) untuk memaksimalkan hasil produksi lapangan migas nasional.

Teknologi tersebut dinilai menjadi solusi efektif untuk menangani karakteristik reservoir yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Di samping itu, potensi pengembangan unconventional reservoir juga menjadi perhatian karena dianggap memiliki prospek ekonomi yang menarik dalam dinamika rantai pasok energi global saat ini.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem migas non konvensional yang memiliki daya saing tinggi. Langkah ini memerlukan dukungan dari skema fiskal yang kompetitif, kepastian hukum melalui regulasi, serta penguatan rantai pasok melalui kerja sama dengan mitra global berpengalaman.

Ekspansi Portofolio Internasional dan Domestik

Dalam pertemuan tersebut, Pertamina membuka peluang kemitraan pada berbagai aset migas domestik miliknya sekaligus menjajaki kolaborasi pada aset luar negeri. Hal ini termasuk penguatan strategi merger and acquisition (M&A) untuk memperluas portofolio bisnis hulu di kancah global.

Saat ini, Pertamina telah mengelola portofolio internasional dengan kapasitas produksi mencapai kisaran 200 ribu barel oil per day (KBOPD). Perusahaan juga aktif dalam proyek strategis seperti pengembangan Cekungan Kutai bersama Eni S.p.A., serta proyek Lapangan Abadi Masela bersama INPEX Corporation dan Petronas.

Apache Corporation sendiri menyampaikan bahwa strategi internasional mereka saat ini fokus pada pertumbuhan aset yang mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan. Apache memiliki rekam jejak dalam pengelolaan migas onshore di Mesir dan pengembangan operasi di Permian Basin, Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari percepatan produksi, Pertamina kini sudah memulai kegiatan pengeboran dengan teknik Multi-Stage Fracturing di Indonesia. Perusahaan juga tengah bersiap melakukan pengeboran sumur appraisal horizontal untuk sektor migas non konvensional sebagai langkah nyata dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi