Pertamina Patra Niaga menjamin keandalan operasional kilang strategis di Kalimantan Timur melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan Indo Sino Oil and Gas (ISOG) pada Rabu (13/5/2026). Kesepakatan ini mengamankan pasokan gas dari Lapangan Karamba, Wilayah Kerja Wain, untuk kebutuhan energi nasional.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kolaborasi ini bertujuan memenuhi kebutuhan gas bumi untuk Refinery Unit V Balikpapan dan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Penyaluran gas dijadwalkan mulai beroperasi pada 28 Mei 2026 dengan masa kontrak yang berlangsung hingga tahun 2037.
Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi menjelaskan bahwa sinergi sektor hulu dan hilir migas sangat krusial dalam memperkuat rantai pasok. Pasokan gas yang stabil menjadi kunci utama agar kilang dapat memproduksi bahan bakar minyak berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.
"Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara sektor hulu dan hilir migas dalam memperkuat rantai pasok energi nasional. Dukungan pasokan gas bumi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kilang agar mampu menghasilkan produk energi yang lebih berkualitas bagi masyarakat," kata Erwin, Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga.
Penguatan infrastruktur kilang menjadi prioritas karena produksi BBM rendah sulfur (low sulfur) memerlukan dukungan gas bumi yang konsisten. Erwin menambahkan bahwa integrasi antara kedua sektor ini merupakan langkah penting bagi keberlanjutan industri migas di tanah air.
"Momentum ini sangat berharga karena membuktikan bahwa kolaborasi antara hulu dan hilir merupakan sebuah keniscayaan yang harus dibangun bersama," ujar Erwin, Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melani menyatakan apresiasinya terhadap langkah strategis ini. Ia menegaskan bahwa peran Pertamina Patra Niaga sebagai penyerap hasil produksi gas (offtaker) sangat signifikan dalam menjaga produktivitas gas di tingkat nasional.
"Kami berharap Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga dapat menyerap hasil produksi gas secara optimal, termasuk dari WK Wain sehingga dapat mendukung target lifting dan penerimaan negara tahun 2026. Kami juga berharap seluruh proses operasional dan upaya yang dijalankan bersama operator, dalam hal ini Indo Sino Oil and Gas dapat berjalan lancar dan terealisasi dengan baik melalui dukungan seluruh pihak," kata Desti, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas.
Kedua belah pihak juga mulai menjajaki peluang ekspansi kerja sama untuk memanfaatkan potensi gas di Lapangan Mentawir di masa depan. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketahanan energi jangka panjang melalui pengelolaan sumber daya yang terintegrasi di wilayah Kalimantan Timur.