Sektor Akomodasi dan Konsumsi Dorong Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

Sektor Akomodasi dan Konsumsi Dorong Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026 yang didorong oleh lonjakan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Capaian ini merupakan angka tertinggi dalam 14 kuartal terakhir sejak kuartal III-2022.

Sektor akomodasi serta makan minum mengalami peningkatan tajam sebesar 13,14 persen sebagai dampak dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan momentum hari libur. Selain itu, sektor jasa lainnya mencatatkan pertumbuhan 9,91 persen seiring dengan kenaikan kunjungan wisatawan.

Mobilitas masyarakat pada berbagai moda transportasi juga berkontribusi pada pertumbuhan sektor transportasi sebesar 8,04 persen. BPS melaporkan hampir seluruh lapangan usaha menunjukkan performa positif, kecuali sektor pertambangan serta pengadaan listrik dan gas.

Industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan sumbangan 1,03 basis poin. Sektor ini terakselerasi berkat tingginya permintaan domestik selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Data BPS menunjukkan sektor pertanian juga mengalami penguatan, terutama pada subsektor tanaman pangan yang tumbuh 7,58 persen dan peternakan yang melesat 11,84 persen. Gabungan industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan kini mencakup 53,2 persen dari total PDB nasional.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama ekonomi dengan kontribusi mencapai 54,36 persen dan tumbuh sebesar 5,52 persen. Namun, pertumbuhan paling signifikan terlihat pada konsumsi pemerintah yang melonjak hingga 21,81 persen.

Lonjakan belanja negara tersebut dipicu oleh realisasi pembayaran gaji ke-14 serta penyaluran belanja barang kepada masyarakat. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan tingkat investasi tumbuh sebesar 5,96 persen.

Kuatnya daya beli dan ekspansi belanja pemerintah ini diproyeksikan memberi dampak positif bagi sejumlah emiten di pasar modal. Sektor barang konsumsi, perunggasan, perbankan, telekomunikasi, dan ritel menjadi bidang utama yang diuntungkan oleh tren pertumbuhan ekonomi tersebut.

Sektor perbankan mendapatkan landasan kuat dari tingginya perputaran uang dan aktivitas konsumsi yang memperluas ruang penyaluran kredit. Sementara itu, sektor telekomunikasi ditopang oleh pertumbuhan sub-komponen komunikasi pada konsumsi rumah tangga yang tercatat sebesar 6,91 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi