Nilai ekspor nonmigas Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar selama periode Januari hingga Maret 2026. Capaian ini menjadi pendorong utama kinerja perdagangan luar negeri di tengah kontraksi tajam yang dialami oleh sektor migas nasional pada awal tahun ini.
Total nilai ekspor Indonesia secara keseluruhan pada kuartal I/2026 mencapai US$66,85 miliar, mengalami kenaikan tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$66,62 miliar. Berdasarkan data yang dilansir dari Ekonomi, sektor migas menyusut 10,58 persen dari US$3,64 miliar menjadi US$3,25 miliar.
Struktur ekspor nonmigas tersebut masih sangat bergantung pada tiga komoditas utama, yakni batu bara, besi dan baja, serta lemak dan minyak hewan atau nabati. Ketiganya memberikan kontribusi gabungan senilai US$22,68 miliar atau setara dengan 35,66 persen dari total ekspor nonmigas.
Pada rincian produk yang lebih spesifik, batu bara jenis tertentu mencatatkan nilai tertinggi sebesar US$4,18 miliar, disusul oleh ferro-nickel dengan nilai US$3,73 miliar. Produk turunan kelapa sawit berupa refined palm oil juga menyumbang angka signifikan sebesar US$2,84 miliar.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan, Ni Made Kusuma Dewi, memberikan penegasan mengenai dampak positif dari strategi pengolahan sumber daya alam di dalam negeri terhadap angka-angka tersebut.
“Kinerja ekspor pada komoditas tersebut mencerminkan adanya keberhasilan kebijakan hilirisasi yang mulai mendorong peningkatan nilai tambah komoditas Indonesia di pasar global,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Rabu (6/5/2026).
Meskipun dominasi komoditas berbasis sumber daya alam masih terlihat kuat, Kementerian Perdagangan mencatat adanya tren transisi struktur ekspor ke arah produk manufaktur. Sektor industri pengolahan sendiri berhasil tumbuh 3,96 persen menjadi US$54,98 miliar, yang menjadikannya motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
| Komoditas (HS 8 Digit) | Nilai Ekspor (US$ Miliar) |
|---|---|
| Batu Bara (HS 27011900) | 4,18 |
| Ferro-Nickel (HS 72026000) | 3,73 |
| Refined Palm Oil (HS 15119037) | 2,84 |