PT Bank BJB Syariah membukukan kenaikan signifikan pada bisnis pembiayaan emas sebesar 26 persen pada triwulan I-2026 di tengah fluktuasi harga logam mulia dunia. Capaian positif ini dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai pada Jumat (15/5/2026).
Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari nilai pembiayaan, tetapi juga dari ekspansi basis nasabah. Dilansir dari Keuangan, terdapat penambahan sekitar 685 debitur baru yang mengambil produk pembiayaan emas hingga periode Maret 2026.
Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi menjelaskan bahwa pergerakan harga emas saat ini justru memberikan sentimen positif bagi ekspansi bisnis perseroan.
"Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan pembiayaan emas pada triwulan I-2026 sebesar 26%," ujar Arief Setyahadi, Direktur Utama Bank BJB Syariah.
Peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya aset jangka panjang menjadi motor utama di balik angka pertumbuhan tersebut. Selain itu, manajemen secara konsisten melakukan program literasi dan edukasi keuangan bagi nasabah maupun calon nasabah umum.
"Kami melihat minat masyarakat terhadap investasi emas masih cukup tinggi, khususnya sebagai instrumen lindung nilai dan penyimpanan aset jangka panjang," kata Arief Setyahadi, Direktur Utama Bank BJB Syariah.
Untuk mendukung kelancaran operasional, bank telah menjalin kemitraan strategis dengan beberapa pemasok emas nasional. Mitra tersebut mencakup PT Aneka Tambang Tbk, PT Hartadinata Abadi Tbk, serta PT Pegadaian Galeri Dua Empat.
Kerja sama dengan produsen dan distributor terpercaya ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok logam mulia bagi nasabah tetap aman. Skema pembiayaan yang ditawarkan memungkinkan masyarakat memiliki emas sesuai dengan kemampuan finansial dan regulasi internal bank.