Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebesar 6,2 persen secara kuartalan pada kuartal I/2026. Peningkatan tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rakorbangpus di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
Kenaikan aktivitas belanja daring ini dipengaruhi secara signifikan oleh preferensi masyarakat selama momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Dilansir dari Ekonomi, data survei menunjukkan 41 persen masyarakat menjadikan platform digital sebagai sarana utama berbelanja, melampaui pasar lokal sebesar 23 persen serta toko fisik yang hanya 13 persen.
"Pertumbuhan e-commerce secara kuartalan tumbuh 6,2% berdasarkan data yang kami terima dari pelaku perdagangan melalui sistem elektronik," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Peningkatan trafik kunjungan ke berbagai situs belanja utama mulai terlihat menanjak drastis pada Maret 2026. Hal ini bertepatan dengan masa perayaan hari besar keagamaan yang mendorong konsumsi rumah tangga.
Beberapa platform besar mencatatkan performa kunjungan yang beragam sepanjang awal tahun. Shopee memimpin dengan 191,4 juta kunjungan pada Maret, disusul Tokopedia, Lazada, dan Blibli sebagaimana tercantum dalam data berikut.
| Peringkat | Platform E-commerce | Jumlah Kunjungan (Maret) |
|---|---|---|
| 1 | Shopee | 191,4 juta |
| 2 | Tokopedia | 64,3 juta |
| 3 | Lazada | 32,5 juta |
| 4 | Blibli | 20,9 juta |
Selain sektor niaga elektronik, instrumen pembayaran QRIS juga menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan tahunan mencapai 111,94 persen. Total transaksi digital ini menyentuh angka 2,16 miliar kali sepanjang kuartal pertama tahun ini.
"Transaksi melalui QRIS tersebut tercatat tumbuh lebih dari 100%," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.