Kerusakan infrastruktur jalan terjadi di Jalan K.U.D, Ciledug, Kota Tangerang, yang diduga akibat sambaran petir saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Senin (5/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian ini memicu kepanikan warga setempat karena disertai dentuman keras serta gangguan aliran listrik di permukiman.
Insiden tersebut menyebabkan aspal jalan hancur seketika di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangerang. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, fenomena ini tidak hanya merusak fasilitas umum tetapi juga berdampak pada pemadaman listrik sementara di rumah-rumah warga sekitar lokasi kejadian.
Saksi mata di lokasi, Jajang, menjelaskan bahwa situasi saat itu sangat mengejutkan hingga membuat dirinya merasa sangat ketakutan. Pemuda berusia 19 tahun itu tengah berada di warung bakso miliknya ketika petir menghantam permukaan jalan.
"Kaget, setelah lihat itu langsung panik, kayak gemetar kaki. Listrik dalam juga turun," ujar Jajang.
Sebelum kerusakan terlihat, ia mengaku sedang menggunakan telepon seluler di tempat usahanya. Jajang sempat menyaksikan adanya kilatan cahaya yang sangat kuat di sekitar area jalanan tersebut.
"Posisinya saya enggak lihat langsung bagaimana petir itu menyambar jalanan tapi ada percikan petir gitu," kata Jajang.
Awalnya, warga menduga bahwa sambaran tersebut mengenai fasilitas kelistrikan yang berada tidak jauh dari warung. Namun, pengamatan lanjutan menunjukkan kerusakan justru terjadi secara langsung pada badan jalan.
"Kirain saya nyamber tiang, eh enggak tahunya jalan hancur,” imbuh Jajang.
Kerusakan jalan ini terjadi secara mendadak tepat setelah suara ledakan petir terdengar. Dampak teknis juga dirasakan pada sistem kelistrikan bangunan yang berada di sekitar Jalan K.U.D tersebut.
“Listrik sempat turun dua kali,” kata Jajang.
Ketakutan warga muncul karena peristiwa serupa belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan mereka. Kekhawatiran akan keselamatan jiwa menjadi alasan utama kepanikan masyarakat saat hujan deras berlangsung.
“Pertamanya kaget. Takut kesamber juga,” kata Jajang.
Warga telah berkoordinasi dengan otoritas lingkungan setempat untuk menangani dampak fisik dari kerusakan tersebut. Meski demikian, jadwal perbaikan jalan yang hancur itu masih menunggu kepastian lebih lanjut.
"Sudah lapor ke RT tapi belum tahu kapan mau dibenarkan," ucap Jajang.