Puluhan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersiaga mengelola tumpukan sampah selama berlangsungnya festival budaya Lebaran Depok 2026 di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC) pada Kamis (7/5/2026). Penyiagaan personel tersebut dilakukan guna menjaga keindahan lokasi di tengah kemeriahan tradisi Motong Kebo Andil dan Nyedengin Baju.
Para petugas yang mengenakan seragam biru tersebut bekerja secara intensif untuk menangani sisa makanan dan botol minuman plastik yang ditinggalkan oleh pengunjung sejak siang hari. Dilansir dari Detik Travel, setiap kecamatan di wilayah tersebut mengerahkan tim khusus untuk mendukung kebersihan di pusat kegiatan.
Sartini, salah satu staf DLHK yang mewakili Kecamatan Cimanggis, mengungkapkan bahwa timnya menerapkan sistem kerja bergilir guna memastikan sampah tidak menumpuk dalam durasi yang lama. Setiap tim dari tiap kecamatan biasanya terdiri dari 10 personel yang bekerja dalam shift selama enam jam.
"Sampah hari ini sih saya lihat nggak begitu banyak, masih bisa di-handle. Tadi keliling-keliling kebanyakan botol plastik dan aqua saja," ujar Sartini, staf DLHK.
Meskipun kondisi saat ini masih terkendali, para petugas mulai mengantisipasi peningkatan volume sampah pada puncak acara. Keramaian pengunjung diprediksi akan melonjak signifikan pada akhir pekan, Sabtu (9/5), seiring dengan jadwal penampilan grup musik Wali Band di panggung utama.
Sartini mengingatkan kembali peristiwa penumpukan sampah yang masif pada acara serupa di wilayah Bojongsari beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi petugas lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada malam puncak nanti.
"Minta tolong kesadarannya warga yang nonton nanti. Kalau habis makan, sampahnya tolong dibawa atau dimasukkan ke tong sampah. Kasihan petugasnya kalau sampai buang sembarangan, capek," ujar Sartini, staf DLHK.
Titik rawan tumpukan sampah terpantau berada di area UMKM serta tempat berteduh di sekitar ruang shalat. Panitia pelaksana telah menempatkan sejumlah tong sampah di titik strategis guna mendorong kesadaran pengunjung selama agenda lomba kebudayaan Betawi berlangsung.