Petugas Kesulitan Padamkan Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng

Petugas Kesulitan Padamkan Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng

Petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang membakar gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Kamis (21/5/2026) siang. Dilansir dari Megapolitan, peristiwa yang terjadi sejak Senin (18/5/2026) siang tersebut belum sepenuhnya padam karena tingginya tumpukan reruntuhan bangunan menimpa material plastik.

Operasi pemadaman kini memasuki tahap pendinginan yang memerlukan waktu lama karena material plastik yang tertimbun puing harus diurai terlebih dahulu. Sebanyak 18 unit armada serta 90 personel pemadam kebakaran masih dikerahkan di lokasi untuk mengurai material menggunakan alat berat.

Kepala Seksi Operasi Suku Din Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengonfirmasi situasi di lapangan terkait proses pendinginan material yang sedang berlangsung.

"Masih pendinginan, lama. Ini kan plastik, tumpukannya juga tinggi yang ambruk, jadi harus diurai dulu pakai beko. Diurai baru kita semprotin," kata Syaiful.

Petugas di lapangan menemui kendala karena masih terdapat titik api yang menyala di dalam reruntuhan gudang yang tidak terjangkau air. Syaiful menjelaskan bahwa posisi api tertimbun oleh puing-puing bangunan yang ambruk.

"Di dalam ini masih ada api. Jadi kan karena ketindihan (reruntuhan), apinya enggak kena kita tembak gitu. Makanya harus pakai beko, diangkat baru kita siram," ungkap Syaiful.

Hambatan utama petugas bersumber dari tumpukan barang plastik di bawah reruntuhan tembok. Karakteristik material plastik yang mudah meleleh akibat panas memperbesar potensi api untuk kembali menyala.

"Kendalanya karena barangnya ketiban tembok saja. Jadi ada di bawah, kita enggak bisa nyiram. Apalagi plastik, yang bukan plastik saja kalau sudah ketiban begini aja juga sudah agak berat, tantangan. Karena barangnya kan banyak juga nih," ujar Syaiful.

Untuk mengatasi timbunan material tersebut, petugas mengoperasikan satu unit ekskavator sejak Rabu (20/5/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Penggunaan alat berat ini sempat dihentikan pada malam hari sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada pagi hari.

Mengenai target penyelesaian pemadaman total, pihak pemadam kebakaran belum dapat memastikan waktu yang dibutuhkan karena banyaknya titik asap yang tersisa.

"Saya enggak bisa prediksi, enggak bisa prediksi saya. Kemarin saya prediksinya sampai sore (bisa selesai), ternyata enggak bisa, titik-titik asapnya masih banyak, karena itu kita lanjutkan dulu prosesnya upaya maksimal dengan alat berat juga," kata Syaiful.

Berdasarkan rekaman video, kobaran api sempat membesar hingga menyentuh bagian atap di dalam gudang berwarna biru dan putih tersebut disertai ledakan. Kebakaran awal di objek gudang RT 06 RW 04 Kelurahan Kapuk ini dilaporkan terjadi pada pukul 14.23 WIB.

"Telah terjadi kebakaran pada objek gudang di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat," ujar Syaiful.

Penyebab awal kemunculan api hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti oleh pihak berwenang. Pada awal penanganan hari Selasa (19/5/2026), petugas juga sudah mendapati kendala penyemprotan air tidak menembus bagian bawah material.

"Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi.

Guna memadamkan kebakaran gudang plastik ini, total sebanyak 27 unit mobil pemadam dan 135 personel telah dikerahkan sejak awal operasi penanganan dimulai.

Artikel terkait

Rekomendasi