Petugas SDA Perbaiki Motor Mogok Akibat Banjir Kembangan

Petugas SDA Perbaiki Motor Mogok Akibat Banjir Kembangan

Sejumlah petugas Suku Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Jakarta Barat membantu pengendara motor yang mengalami mati mesin usai menerjang banjir di Jalan Outer Ring Road, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (5/5/2026). Aksi sigap ini dilakukan di tengah kemacetan arus lalu lintas akibat genangan air.

Dilansir dari Megapolitan, salah satu petugas yang terlibat adalah Syaiful Bahri atau akrab disapa Ari dari Sektor Kembangan. Di samping menjalankan tugas utamanya mengoperasikan pompa penyedot air, ia secara sukarela membantu warga menyalakan kembali mesin motor yang terendam.

Syaiful bergerak cepat mendorong kendaraan warga yang mogok ke pinggir jalan untuk kemudian membantu mengeluarkan air dari bagian mesin. Langkah ini dilakukan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak genangan air cukup tinggi tersebut.

"Kita kan sambil pompa ya. Sambil pompa ya sambil bantu-bantu juga. Sebisanya aja 0okoknya ya tujuannya supaya kita bantu-bantu masyarakat juga kan," ujar Syaiful, petugas Sudin SDA.

Berdasarkan data di lapangan, Syaiful mencatat sudah ada sekitar 200 kendaraan roda dua yang mengalami gagal mesin sejak pagi hari. Banyak pengendara nekat menerobos banjir yang melanda persimpangan Puri Kembangan tersebut.

Kemampuan teknis Syaiful dalam menangani masalah mesin motor didapat dari pengalamannya bekerja di bengkel sebelum bergabung dengan kedinasan. Ia menggunakan keahlian tersebut untuk membantu mendiagnosis kerusakan cepat pada motor warga.

"Sedikit-sedikir ngerti, enggak ngerti banyak sih. Dulu emang (kerja) di bengkel juga. Abeng, anak bengkel kita," kata Syaiful.

Syaiful mengidentifikasi terdapat dua faktor utama penyebab sepeda motor mati total saat melintasi banjir. Faktor pertama berkaitan dengan komponen pengapian yang rentan terhadap paparan air.

"Motor mogok banjir tuh biasanya karena cangklong businya udah rusak. Jadi kan mau nggak mau air itu kan kena busi. Yang kedua itu memang karena busi mati dadakan. Bisa jadi karena memang panas kena dingin kan, jadi itu nanti businya bisa mati dadakan juga," jelas Syaiful.

Dalam melakukan pertolongan pertama, ia fokus membersihkan komponen busi dan membuang sisa air dari dalam mesin. Proses ini dilakukan hingga mesin kendaraan dapat kembali berfungsi normal.

"Ya paling ya bersihin busi, terus cangklong, ya kayak gitu-gitu. Keluarin airnya. Enggak banyak juga sih sampai bisa nyala lagi asal enggak parah kondisinya," tutur Syaiful.

Bantuan mekanik dadakan ini diberikan secara gratis tanpa memungut biaya dari para pengendara. Syaiful menegaskan bahwa tindakannya murni merupakan bentuk pengabdian sebagai bagian dari Pemerintah Kota Jakarta Barat.

"Enggak, enggak, sama sekali enggak (dipungut biaya). Kita kan namanya sambil pompa air, jadi sambil ngebantu warga aja. Kita kan emang tugasnya membantu masyarakat," kata Syaiful.

Motivasi utamanya adalah membantu kelompok pengendara yang kurang memahami teknis mesin, termasuk pengemudi ojek daring dan ibu-ibu. Syaiful mengaku merasa puas ketika kendaraan yang dibantunya bisa kembali digunakan untuk bekerja.

"Nah kita mah intinya ngebantu, dibilang makasih aja udah seneng banget. Kalau misalnya dikasih uang ya saya terima, apresiasi lah gitu, kalau enggak ya ga masalah. Intinya mah kita enggak minta sama sekali, insya Allah ikhlas lah," ucap Syaiful.

Terkait kondisi banjir, proses penyedotan air masih mengalami hambatan akibat tingginya debit air di Kali Angke. Hal ini membuat operasional mesin pompa belum memberikan hasil yang maksimal terhadap penurunan ketinggian air di jalan utama.

"Dari pagi kita udah operasikan, sempat dibantu sama (Dinas) Pertamanan dan Damkar juga. Cuman memang keadaan Kali Angke kan masih tinggi. Jadi berefek, cuma nggak begitu ngaruh lah. Dalam arti kata memang kita mau enggak mau harus nunggu Kali Angke surut dulu," kata Syaiful.

Hingga Selasa siang pukul 13.30 WIB, ketinggian air di persimpangan Puri Kembangan masih terpantau berada pada kisaran 40 hingga 50 cm. Personel dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan BPBD DKI Jakarta terus bersiaga mengatur kepadatan lalu lintas di lokasi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi