PGN Tukar Botol Plastik Menjadi Kupon Bahan Bakar Gas

PGN Tukar Botol Plastik Menjadi Kupon Bahan Bakar Gas

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memfasilitasi penukaran botol plastik menjadi kupon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) bagi pengemudi bajaj di Jakarta pada Senin (11/5/2026). Program yang dilansir dari Money ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 perusahaan tersebut.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menukarkan botol plastik senilai Rp 400 per buah untuk dikonversi menjadi kupon bagi Komunitas Bajaj Gas (Komogas). Penukaran ini dibatasi maksimal 61 botol untuk setiap peserta yang hadir di lokasi.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan meningkatkan keterlibatan publik dalam mengelola limbah plastik. Selain itu, langkah ini diharapkan memperkuat penggunaan energi alternatif yang lebih minim emisi melalui pemanfaatan gas bumi.

"Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih," ujar Fajriyah, melalui keterangan pers, Senin (11/5/2026).

Perusahaan memandang skema ini sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah pada barang bekas. Plastik yang telah dikumpulkan tidak akan langsung dibuang, melainkan diproses kembali menjadi produk fungsional.

"Kami berharap program ini dapat menjadi langkah kecil yang menghadirkan dampak besar, baik dalam mengurangi sampah plastik maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan," ungkap Fajriyah.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), Santiaji Gunawan, mengungkapkan bahwa manajemen limbah masih menjadi persoalan serius di tanah air. Ia merujuk pada data Bappenas yang memprediksi kepadatan tempat pembuangan akhir jika pola pengelolaan tidak segera diubah.

"Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di TPAS, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi," ujar Santiaji.

Titik pengumpulan sampah plastik ini dipusatkan di kantor pusat PGN dengan menggandeng Kertabumi Recycling Centre. Selanjutnya, material tersebut dikirim ke Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk diproses melalui skema Plastic Waste to Souvenir.

"Kami ingin memastikan bahwa sampah yang dikumpulkan benar-benar memiliki siklus pemanfaatan lanjutan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir," terang Santiaji.

Santiaji menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai mitra agar sampah plastik tidak hanya berhenti di tempat pembuangan. Hasil pengolahan botol plastik tersebut nantinya direncanakan menjadi barang bermanfaat seperti perabotan dan paving block.

"Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pengelola sampah, botol plastik dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti furniture dan paving block," lanjutnya.

Koordinator Komunitas Bajaj Gas (Kobagas), Muslikhudin, memberikan respons positif terhadap mekanisme subsidi bahan bakar melalui sampah ini. Menurutnya, program ini memberikan keuntungan ganda bagi lingkungan dan aspek ekonomi para sopir bajaj.

"Program ini sangat positif karena mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara yang sederhana namun berdampak nyata," kata Muslikhudin.

Pihak komunitas berharap agar jangkauan program ini dapat diperluas di masa mendatang untuk menjangkau lebih banyak peserta. Hal ini dinilai krusial untuk mempercepat transisi masyarakat menuju penggunaan energi yang lebih bersih secara berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi