PHE ONWJ Temukan Cadangan Minyak Murni di Perairan Jawa Barat

PHE ONWJ Temukan Cadangan Minyak Murni di Perairan Jawa Barat

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil memproduksi minyak dan gas dari sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA perairan utara Jawa Barat pada Senin (18/02/2026).

Produksi dari sumur baru tersebut mencapai 1.321 barel minyak per hari (BOPD) beserta gas sebesar 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dilansir dari Detik Finance.

Hidrokarbon yang mengalir deras secara alami ini memiliki kadar air nol persen sehingga dikategorikan sebagai minyak murni. Keberhasilan operasional di anjungan yang telah vakum dari aktivitas pengeboran selama 24 tahun tersebut didukung oleh evaluasi matang dari proyek sebelumnya.

"Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari lesson learned Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu. Mengingat lapisan targetnya sama, formulasi dan strateginya kami sempurnakan. Hasilnya terbukti, kami bisa mendapatkan produksi yang sangat baik dengan eksekusi yang jauh lebih matang," ungkap Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ, Adang Sukmatiawan.

Adang Sukmatiawan menjelaskan bahwa pengeboran berarah menggunakan Rig PVD-II dimulai sejak 24 Maret 2026 hingga kedalaman akhir 5.407 kaki kedalaman terukur. Seluruh rangkaian pengerjaan sampai uji alir produksi terselesaikan dalam kurun waktu 33 hari karena kelancaran logistik laut.

Langkah mitigasi yang terintegrasi diterapkan oleh tim subsurface untuk mengatasi tantangan geologis di Platform LLA seperti gelembung bawah laut dan risiko kehilangan fluida pengeboran. Efisiensi waktu ini memangkas penyerapan anggaran hingga hanya menghabiskan 61,5 persen dari dana yang disetujui SKK Migas.

"Eksekusi rencana kerja yang aman, tuntas lebih cepat, dan dengan hasil yang jauh lebih baik ini merupakan pembuktian dari spirit PHE ONWJ, yakni "Safer, Faster, Better". Keberhasilan ini sangat istimewa karena kita tidak hanya memikirkan seberapa besar lifting yang didapat, tapi juga seberapa efisien biaya yang dikeluarkan," tegas General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama.

Muzwir Wiratama mengapresiasi pencapaian efisiensi biaya tersebut sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. Saat ini fokus operasional PHE ONWJ langsung dialihkan untuk mempersiapkan target pengeboran berikutnya di area sekitar.

"Masih ada beberapa rencana kerja bor dengan target lapisan yang sama ke depannya. Mohon doa agar hasil dari Sumur LLA-5 dan Sumur LLA-7 nanti bisa menyamai, atau bahkan lebih baik. Kami selalu melakukan ikhtiar dan doa terbaik untuk menggenjot produksi migas Indonesia. Bersama kita bisa," tutup Muzwir Wiratama.

Artikel terkait

Rekomendasi