Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan, Jakarta Utara, hingga mencapai status Siaga 2 pada Jumat (8/5/2026) pagi. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan volume air laut yang mencapai ketinggian 205 sentimeter.
Kenaikan level kewaspadaan tersebut terjadi saat mayoritas pos pantau lainnya di wilayah Jakarta masih berada dalam kategori normal. Berdasarkan data yang dihimpun dari akun X resmi BPBD DKI, pembaruan data tersebut tercatat pada pukul 06.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori Bahaya atau Siaga 1. Namun, koordinasi terus dilakukan mengingat Pintu Air Pasar Ikan menjadi satu-satunya lokasi dengan status di atas normal.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa peningkatan status menjadi Siaga 2 mengindikasikan perlunya kewaspadaan terhadap potensi genangan atau banjir rob. Wilayah pesisir di utara Jakarta menjadi fokus perhatian karena sering terdampak fenomena pasang air laut meskipun cuaca di Jakarta cenderung cerah.
Berikut adalah rincian data tinggi muka air (TMA) di berbagai pintu air dan pos pantau Jakarta:
| Pos Pantau/Pintu Air | Status | Ketinggian Air (cm) |
|---|---|---|
| Katulampa | Siaga 4 | 30 cm |
| Depok | Siaga 4 | 100 cm |
| Manggarai | Siaga 4 | 600 cm |
| Karet | Siaga 4 | 300 cm |
| Krukut Hulu | Siaga 4 | 40 cm |
| Pesanggrahan | Siaga 4 | 90 cm |
| Angke Hulu | Siaga 4 | 80 cm |
| Waduk Pluit | Siaga 4 | -190 cm |
| Pasar Ikan | Siaga 2 | 205 cm |
| Cipinang Hulu | Siaga 4 | 80 cm |
| Sunter Hulu | Siaga 4 | 100 cm |
| Pulo Gadung | Siaga 4 | 300 cm |
BPBD DKI Jakarta menginstruksikan warga di kawasan pesisir dan bantaran sungai untuk memantau informasi secara rutin melalui kanal resmi. Data tinggi muka air ini akan terus diperbarui secara berkala oleh petugas di lapangan untuk memastikan mitigasi bencana berjalan optimal.