PT PLN (Persero) memastikan harga tenaga listrik per kWh untuk seluruh golongan pelanggan tidak mengalami perubahan pada Mei 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari keputusan pemerintah dalam mempertahankan tarif listrik selama periode Triwulan II 2026 yang berlangsung dari April hingga Juni.
Kepastian tersebut merujuk pada ketetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai tarif tenaga listrik bagi pelanggan PLN. Sebagaimana dilansir dari Kompas, informasi ini sebelumnya telah disampaikan melalui pengumuman resmi perusahaan pada awal bulan lalu.
"Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan tarif tenaga listrik PLN untuk Triwulan II 2026 (April-Juni) tidak mengalami perubahan," tulis unggahan akun Instagram resmi PLN, @pln_id.
Pihak manajemen PLN memberikan penjelasan tambahan mengenai keluhan pelanggan terkait besaran tagihan bulanan yang mungkin dirasakan meningkat oleh sebagian masyarakat. Lonjakan biaya tagihan tersebut ditegaskan bukan bersumber dari penyesuaian tarif dasar oleh perusahaan maupun pemerintah.
PLN memaparkan bahwa apabila pelanggan mendapati tagihan yang lebih tinggi, faktor utamanya kemungkinan besar disebabkan oleh kenaikan volume penggunaan energi listrik di lokasi pelanggan tersebut.
Berikut adalah rincian tarif listrik PLN per kWh yang berlaku untuk periode 16-23 Mei 2026 bagi berbagai golongan:
| Golongan Pelanggan | Batas Daya | Tarif per kWh |
|---|---|---|
| Rumah Tangga RTM | 900 VA | Rp1.352,00 |
| Rumah Tangga | 1.300 VA – 2.200 VA | Rp1.444,70 |
| Rumah Tangga | ≥3.500 VA | Rp1.699,53 |
| Bisnis | 6.600 VA – 200 kVA | Rp1.444,70 |
| Bisnis dan Industri | >200 kVA | Rp1.122,00 |
| Industri | ≥30.000 kVA | Rp996,74 |
Masyarakat diimbau agar lebih cermat dalam mengoperasikan perangkat elektronik di kediaman masing-masing guna mengontrol besaran pemakaian. Hal ini dikarenakan intensitas penggunaan alat elektronik berbanding lurus dengan jumlah kWh yang tercatat pada meteran listrik.
Peningkatan frekuensi pemakaian perangkat listrik secara otomatis akan menambah beban biaya yang harus dibayarkan setiap bulannya. Kendali atas konsumsi energi sepenuhnya berada pada pola pemakaian pelanggan untuk menjaga tagihan tetap stabil.