Polandia dan Ukraina memperkuat kerja sama strategis untuk membangun hub logistik, korydor ekspor baru, serta integrasi industri pertahanan dalam rangkaian Kongres Ekonomi Eropa ke-18 di Katowice.
Kemitraan ini bertujuan mengatasi kendala infrastruktur perbatasan dan meningkatkan volume perdagangan kedua negara yang menjadi jalur krusial bagi Uni Eropa. Mantan Ketua Badan Pengembangan Industri Polandia Bartłomiej Babuśka menilai kedua negara harus merancang ulang geografi ekonomi Eropa dengan menciptakan koridor ekspor penting dari Uni Eropa ke Timur Tengah.
Jalur logistik baru tersebut direncanakan mencakup pembangunan rute jalan raya dan kereta api modern melalui Ukraina menuju pelabuhan Laut Hitam, termasuk Odessa. Nilai ekspor Polandia ke Ukraina saat ini mencapai sekitar 14 miliar dolar AS, menempatkan Ukraina di posisi ketujuh dalam daftar mitra dagang utama Polandia.
Pengembangan infrastruktur perbatasan dirasa mendesak karena antrean panjang dan standar kerja pelayanan yang berbeda berisiko membuat pelaku bisnis beralih ke rute alternatif seperti Rumania atau Hungaria. Profesor Sekolah Ekonomi Warsawa Jana Pieriegud menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik tetapi juga sinkronisasi prosedur pemeriksaan.
"Żeby nie zmarnować tej szansy, musimy patrzeć kompleksowo. Jest ważna rozbudowa infrastruktury, ale równolegle to są te procedury różnego rodzaju graniczne, celne, fitosanitarne, wszystkie, które muszą się odbyć na tej granicy" menegaskan Jana Pieriegud, Profesor Sekolah Ekonomi Warsawa dari Departemen Penelitian Infrastruktur dan Mobilitas.
Di sisi lain, infrastruktur di wilayah Ukraina dilaporkan belum mengalami perubahan signifikan meski Polandia telah memberikan pinjaman pemerintah sejak tahun 2015. Wakil Presiden Unibep Leszek Marek Gołąbiecki menyoroti mandeknya proyek pembangunan di wilayah perbatasan tersebut dalam satu dekade terakhir.
"Przez jedenaście lat nie udało się wybudować, przebudować ani jednego przejścia granicznego po stronie ukraińskiej. To są fakty." kata Leszek Marek Gołąbiecki, Wakil Presiden Manajemen sekaligus Direktur Konstruksi Umum di UNIBEP.
Sektor pertahanan menjadi pilar penting lain dalam kemitraan ini, di mana industri militer Ukraina kini didukung oleh 900 perusahaan dengan 70 persen produksi dikuasai sektor swasta. Potensi kapasitas produksi Ukraina tahun ini diproyeksikan mencapai 50 miliar dolar AS dengan dukungan pendanaan sebesar 15 miliar dolar AS.
"Przemysł obronny Ukrainy to dziewięćset przedsiębiorstw. Uwaga! Tylko sto państwowych. 70 proc. robi sektor prywatny. Moce produkcyjne ubiegłego roku powyżej 35 mld dolarów. Finansowanie było tylko na 12." ujar Oleg Dubish, Ketua Dewan Kamar Dagang dan Industri Polandia-Ukraina.
Selain potensi ekonomi, Dubish juga mengingatkan adanya ancaman hibrida berupa puluhan tindakan sabotase pada fasilitas industri pertahanan di Uni Eropa, termasuk di wilayah Polandia.
"19 kwietnia Ministerstwo Obrony Rosji opublikowało listy, nazwijmy to, szantażu i ataku na terenie Unii Europejskiej, w tym Polski. 42 na naszej stronie. Uważajcie, uważajcie na perfidie Rosjan" memperingatkan Oleg Dubish, Ketua Dewan Kamar Dagang dan Industri Polandia-Ukraina.
Menanggapi situasi keamanan regional, produsen senjata Polandia Polska Grupa Zbrojeniowa (PGZ) berniat mengadopsi pengalaman tempur Ukraina melalui pengembangan teknologi militer bersama. Direktur PGZ Marcin Kłoczko memaparkan rencana pembuatan wahana tanpa awak kolaboratif.
"Polska Grupa Zbrojeniowa chce mieć własnego polsko-ukraińskiego drona, który będzie mógł być produkowany rodzimie i będzie wykorzystywał on wszystkie doświadczenia ukraińskie" kata Marcin Kłoczko, Direktur di Polska Grupa Zbrojeniowa.
Kondisi perang hibrida ini juga dirasakan oleh pelaku industri komponen yang melihat adanya anomali peristiwa kebakaran di dalam negeri sebagai bentuk serangan terhadap stabilitas ekonomi. Penasihat Manajemen PONAR Wadowice Jacek Zygmunt menilai sebagian masyarakat mulai abai terhadap eskalasi konflik di perbatasan.
"Polacy żyją obecnie często tak, jakby zapominali, że tuż za granicą trwa mordercza wojna. A przecież mamy do czynienia z wieloma atakami na naszą gospodarkę. Wybuchają też jakieś dziwne pożary. To elementy wojny hybrydowej" kata Jacek Zygmunt, Penasihat Manajemen PONAR Wadowice.
Untuk mempermudah ekspansi bisnis di tengah perbedaan regulasi hukum, Kamar Dagang dan Industri Polandia-Ukraina meluncurkan proyek basis data legal bernama Vademecum Przedsiębiorcy. Manajer Proyek Ruslan Syvoplias menjelaskan bahwa sistem informasi ini disusun secara profesional dengan melibatkan kemitraan dari kantor hukum terkemuka.
"Ten projekt będzie na bieżąco aktualizowany przez naszych partnerów z kancelarii prawnych. To jest robiące na bardzo wysokim, profesjonalnym poziomie" jelas Ruslan Syvoplias, Manajer Proyek Vademecum Przedsiębiorcy.
Sektor perbankan turut memperkuat fondasi kerja sama ini melalui peran KredoBank, anak perusahaan PKO Bank Polski yang melayani lebih dari setengah juta nasabah ritel dan 50 ribu perusahaan di Ukraina. Wakil Presiden Manajemen KredoBank Adam Świrski menyatakan ketahanan bisnis dalam situasi konflik memerlukan adaptasi langsung di lapangan.
"Budowania biznesu w czasie wojny nie uczą na Harvardzie, na studiach MBA. Tego się trzeba nauczyć będąc na miejscu i mając to doświadczenie" kata Adam Świrski, Wakil Presiden Manajemen sekaligus Chief Risk Officer (CRO) di KredoBank.
Mantan Ketua ARP Bartłomiej Babuśka menambahkan bahwa penguasaan teknologi militer modern seperti drone, robotik, sistem antidrone, serta keamanan siber menempatkan militer Ukraina pada tingkat yang belum tertandingi. Keahlian praktis di medan tempur tersebut dinilai menjadi rujukan utama bagi modernisasi Angkatan Bersenjata Polandia.
"Polska powinna współpracować z Ukrainą w zakresie transferu technologii i zapoznać się z ukraińskimi doświadczeniami z frontu, a w szczególności z tym, jak na nowo definiuje się współczesne pole walki. Teraz wszystko zmieniło się diametralnie: sytuację na polu walki rozwiązują już nie czołgi i śmigłowce, ale bezzałogowe statki powietrzne, naziemne kompleksy robotyczne, systemy antydronowe, łączność i cyberbezpieczeństwo. W tych dziedzinach nikt nie osiągnął poziomu armii ukraińskiej. Skąd więc Polska ma czerpać współczesne doświadczenie, jeśli nie od sąsiada i przyjaciela, któremu od początku wojny pomaga ze wszystkich sił? Jesteśmy skazani na współpracę, to niezbędna konieczność" tegas Bartłomiej Babuśka, Perwakilan Polandia di Dewan Penasihat Bisnis Platform Donor Ukraina.
Kerja sama teknologi militer ini juga mencakup peluang pemindahan fasilitas produksi artileri medan jenis 2S22 Bohdana kaliber 155 mm ke Polandia untuk mengamankan rantai pasok. Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Ołeksandr Miszczenko menyatakan kesiapan negaranya membagikan taktik militer secara eksklusif kepada negara mitra.
"Ukraina jest gotowa podzielić się z wami doświadczeniem zdobytym w tej krwawej wojnie. Dlatego jesteście naszym partnerem" tegas Ołeksandr Miszczenko, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina.
Miszczenko menyebut Polandia sebagai motor penggerak solidaritas internasional bagi Ukraina, mengingat pangkalan logistik utama bantuan internasional berada di Bandara Rzeszów-Jasionka. Ia menegaskan transfer keahlian teknologi militer ini sejalan dengan kebijakan strategis Presiden Volodymyr Zelensky.
"Stanowisko Prezydenta Ukrainy, Wołodymyra Zełenskiego, jest takie, że jesteśmy gotowi dzielić się naszym doświadczeniem, ale w ramach partnerstwa i tylko z krajami, które wspierają Ukrainę w tym czasie" tandas Ołeksandr Miszczenko, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina.
Sebagai implementasi formal hubungan bilateral tersebut, penandatanganan perjanjian antar-pemerintah Polandia-Ukraina dijadwalkan berlangsung pada Konferensi Pemulihan Ukraina (URC) tanggal 25-26 Juni 2026 di Gdańsk.