Aparat kepolisian membekuk dua tersangka kasus penembakan yang mengakibatkan personel Polda Lampung, Bripka (Anumerta) Arya Supena meninggal dunia, setelah melakukan pengejaran di tempat persembunyian pelaku.
Pengungkapan kronologi penangkapan Bahroni alias Roni dan Hamli alias Ham tersebut disampaikan oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers pada Jumat (15/5/2026), sebagaimana dilansir dari Kompas.
Petugas gabungan awalnya melacak keberadaan Hamli di wilayah Kecamatan Jabung, Lampung Timur pada Senin (11/5/2026), berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat setempat.
"Selanjutnya tim melakukan mapping (pemetaan) untuk mengetahui keberadaan Hamli, dan didapati yang bersangkutan berada di persembunyiannya," ujar Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung.
Penangkapan langsung dilakukan oleh tim gabungan segera setelah titik persembunyian tersangka dipastikan.
"Tim langsung melakukan penangkapan kepada tersangka dan berhasil mengamankan tersangka Hamli," ucap Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung.
Tindakan tegas terukur terpaksa diambil oleh petugas dengan menembak bagian kaki Hamli karena yang bersangkutan sempat memberikan perlawanan saat disergap.
Penyelidikan kemudian berkembang pada pengejaran Bahroni yang bertindak sebagai eksekutor utama penembakan, setelah polisi mendapat laporan warga pada Jumat pagi.
"Tim gabungan melakukan pendalaman, profiling terhadap keberadaan tersangka, didapatkan tersangka Bahroni selaku eksekutor penembakan anggota Polri, berada di wilayah Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran," ucap Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung.
Petugas segera memetakan lokasi keberadaan Bahroni untuk melakukan penyergapan, namun tersangka melepaskan tembakan ke arah aparat menggunakan senjata api rakitan.
“Namun saat akan dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan secara aktif yang membahayakan tim gabungan, menggunakan senjata api rakitan jenis revolver kepada petugas," ucap Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung.
Bahroni akhirnya tewas di tempat setelah polisi melepaskan tembakan tegas terukur demi keselamatan tim di lapangan.
Polisi menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan sebilah pisau yang terselip di pinggang Bahroni.
"Kemudian pun tim melakukan evakuasi terhadap tersangka dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ucap Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung.