Aparat kepolisian di wilayah Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya menyiagakan ratusan personel gabungan untuk mengamankan pergerakan massa suporter jelang laga pamungkas Persib Bandung melawan Persijap Jepara pada Sabtu, 23 Mei 2026 sore. Langkah antisipasi ini berfokus pada kelancaran arus lalu lintas dan penertiban konvoi kendaraan.
Pengamanan di Kabupaten Cianjur melibatkan penyiagaan 700 personel di berbagai titik strategis. Pihak Polres Cianjur memfokuskan penjagaan pada manajemen rekayasa lalu lintas serta penertiban penggunaan knalpot bising yang tidak sesuai spesifikasi teknis demi menjaga kenyamanan masyarakat umum.
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi menegaskan tindakan hukum langsung di tempat akan diambil terhadap pengendara yang membandel saat konvoi perayaan berlangsung.
"Kami akan tindak tegas jika di lapangan ditemukan ada yang menggunakan knalpot bising. Jangan sampai luapan euforia ini mengorbankan dan mengganggu kenyamanan warga lainnya, karena suara dari knalpot bising itu sangat memekakkan telinga," tegas AKBP A. Alexander Yurikho Hadi.
Pernyataan serupa disampaikan dalam keterangan terpisah, di mana kepolisian setempat awalnya menyiapkan skema awal untuk mengantisipasi luapan massa pendukung tim sepak bola asal Bandung tersebut.
"Kami dari Kepolisian tentunya tidak menganjurkan masyarakat untuk konvoi kendaraan. Apalagi menampilkan knalpot yang berbunyi keras atau non spek yang membuat masyarakat tidak nyaman," kata AKBP A. Alexander Yurikho Hadi.
Sementara itu, Polres Garut mengerahkan kekuatan penuh dengan menyiagakan 571 personel di lapangan untuk mengawal nonton bareng akbar di Sarana Olahraga (SOR) Adiwijaya, Kecamatan Tarogong. Pengamanan ini mendapat dukungan tambahan berupa Bantuan Kendali Operasi sebanyak 50 personel dari Satuan Brimob Polda Jabar serta jajaran TNI Kodim setempat.
"Untuk mengawal kelancaran acara nobar akbar Persib versus Persijap yang diselenggarakan di SOR Adiwijaya, kami menerjunkan total 571 personel Polres, termasuk di dalamnya 50 anggota Brimob. Seluruh personel akan disebar untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan nobar hingga selesai," jelas Ipda Adi Susilo, Kasi Humas Polres Garut.
Di Kabupaten Tasikmalaya, operasi pengamanan dilakukan secara maraton selama dua hari penuh dari hari pertandingan hingga Minggu esok guna mengantisipasi pergerakan massa terorganisir maupun massa liar dari pelosok kampung. Polres Tasikmalaya menerapkan sistem pagar betis yang dibagi ke dalam beberapa jalur khusus dari kawasan Universitas Cipasung hingga Alun-alun Singaparna.
"Kami melibatkan seluruh personel dengan dukungan penuh dari rekan-rekan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga satuan Brimob. Skema pengamanan yang kami terapkan adalah sistem ‘pagar betis’ yang dibagi ke dalam beberapa beat atau jalur khusus guna meminimalisir hal-hal negatif yang tidak diinginkan di jalan raya," ujar Kompol Galatikko Nagiewanto, Kabag Ops Polres Tasikmalaya.