Seorang pedagang rujak berinisial ZS (50) diamankan pihak kepolisian setelah kediamannya di Jalan Guji Baru, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, digeruduk oleh massa pada Rabu (13/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB atas dugaan tindakan pencabulan terhadap seorang siswi sekolah dasar.
Aksi penggerebekan oleh warga tersebut dipicu oleh informasi mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pelaku terhadap anak di bawah umur, yang juga merupakan salah satu tetangganya di kawasan permukiman tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Soleh (48), salah satu saksi mata di lokasi kejadian, memberikan keterangan mengenai situasi saat malam penangkapan terduga pelaku oleh warga sekitar yang berkumpul di area tersebut.
"Jadi tengah malam itu tiba-tiba ramai banget di jalanan pada keluar, ternyata katanya itu tukang rujak di depan ditangkap, katanya pencabulan anak SD, tetangga sini juga korbannya," kata Soleh.
Soleh menambahkan bahwa kasus ini terungkap setelah korban memberanikan diri untuk menceritakan tindakan pelecehan seksual yang dialaminya kepada pihak guru dan orang tuanya.
"Katanya sih korbannya ini ditanyai, terus akhirnya ngomong ke keluarganya. Dari situ baru tuh didatangi, katanya sudah lama (kejadiannya)," ucap Soleh.
Menurut penuturan warga, situasi di lokasi sempat memanas karena kemarahan massa terhadap perbuatan asusila tersebut, namun kondisi tetap kondusif tanpa adanya tindakan main hakim sendiri.
"Wah ramai banget itu pada emosi. Cuma enggak sih kalau sampai memukul, pada aman," kata Soleh.
Berdasarkan keterangan lanjutan dari warga, ZS sebelumnya dikenal sebagai figur yang religius dan sempat aktif mengajar mengaji untuk anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
"Iya memang guru ngaji dia, tapi dulu sih. Kayaknya sekarang masih tapi sedikit doang (muridnya), lebih banyak orang tahunya dagang rujak, tapi masih sering kadang ikut kegiatan di masjid gitu," kata Soleh.
Muncul pula dugaan di tengah masyarakat bahwa jumlah korban dari tindakan menyimpang pedagang rujak ini kemungkinan lebih dari satu orang.
"Kalau yang saya tahu cuma satu ini, tapi katanya ada yang lain lagi, cuma warga sini belum pada tahu siapa-siapanya, yang penting sudah dibawa ke polisi," ucap Soleh.
Setelah diamankan oleh pengurus RT untuk menghindari amukan warga, ZS langsung dijemput oleh petugas kepolisian untuk dibawa menuju Mapolsek Kebon Jeruk guna menjalani pemeriksaan.
Pihak kepolisian mengonfirmasi adanya insiden penggerudukan rumah terduga pelaku oleh massa serta menjelaskan bahwa orang tua korban telah mengambil langkah hukum sebelum aksi massa terjadi.
"Jadi itu sebelum kejadian malam hari (penggerebekan), sore hari nya korban dan orang tuanya sudah membuat LP (laporan polisi) di Polres. Kami hanya mengamankan (saat kejadian)," kata Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nurul Aqsha.
Proses hukum terkait dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur ini kini sepenuhnya dilimpahkan dan ditangani oleh Satres PPA-PPO Polres Metro Jakarta Barat.