Polisi Periksa 36 Saksi Kecelakaan Kereta Api Stasiun Bekasi Timur

Polisi Periksa 36 Saksi Kecelakaan Kereta Api Stasiun Bekasi Timur

Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari 36 saksi guna mendalami kasus kecelakaan maut antara KRL Cikarang Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Pemeriksaan intensif ini dilakukan selama sepekan terakhir untuk mengungkap pemicu pasti insiden yang merenggut belasan nyawa tersebut.

Sebanyak 10 penumpang KRL Cikarang Line menjadi bagian dari saksi yang diperiksa selain pihak pelapor. Dilansir dari Megapolitan, kepolisian juga menggali keterangan dari sembilan warga di sekitar lokasi kejadian, termasuk penjaga palang pintu, pedagang warung, hingga pengelola tempat penitipan motor yang menyaksikan detik-detik kecelakaan.

"Sampai dengan saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari 36 orang saksi," kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).

Unsur pemerintah daerah dari Dinas Tata Ruang, Dinas Bina Marga, serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi turut memberikan keterangan kepada penyidik. Selain itu, otoritas perhubungan darat dan jajaran operasional kereta api seperti masinis, asisten masinis, hingga petugas sinyal dari kedua rangkaian kereta telah menjalani pemeriksaan.

"Hari Kamis, pemeriksaan lanjutan terhadap pengemudi taksi Green SM, bersama Pusat Laboratorium Forensik," kata Budi.

Penyidik kini menjadwalkan pemanggilan kedua bagi saksi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) setelah sebelumnya absen pada Senin (4/5/2026). Manajemen PT Vinfest selaku perusahaan yang menaungi taksi terkait juga masuk dalam daftar agenda pemeriksaan kepolisian selanjutnya.

Kecelakaan hebat ini terjadi pada Senin malam pukul 20.52 WIB di kilometer 28+920 emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan melibatkan KRL nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang diduga kuat berawal dari gangguan sistem akibat insiden di perlintasan sebidang.

"Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan data evakuasi, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat dalam musibah tersebut. Namun, insiden ini mengakibatkan 16 penumpang KRL Cikarang Line meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka yang kemudian dilarikan ke berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan pada Jumat mendatang dengan memanggil Petugas Pengawas Selatan serta Kepala Sinyal dan Telekomunikasi PT KAI. Hingga kini, kepolisian bersama Tim Labfor masih mengumpulkan bukti fisik untuk memperkuat keterangan para saksi di lapangan.

Artikel terkait

Rekomendasi