Aparat Kepolisian Sektor Tambora menyelidiki dugaan aksi tawuran antarkelompok yang melibatkan pembacokan tiga pemuda dan perampasan sepeda motor di Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 04.49 WIB.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa yang sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial tersebut bukan merupakan aksi pembegalan, seperti dilansir dari Megapolitan.
Indikasi mengenai aksi perkelahian massal tersebut disampaikan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara setelah mencermati rekaman video di tempat kejadian perkara.
"Iya benar ada kejadiannya, tapi kemungkinan besar itu bukan begal, tapi tawuran, karena mereka kan ramai itu motor kejar-kejaran ya, terlihat di CCTV itu," kata Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.
Dugaan terjadinya bentrokan antarkelompok ini semakin kuat karena pihak korban yang kehilangan sepeda motornya tidak membuat laporan resmi ke kantor polisi.
Hingga saat ini, aparat kepolisian belum menerima laporan, baik dari para pemuda yang menjadi korban pembacokan maupun pihak keluarga mereka.
"Karena kalaupun dia misalnya korban begal, harusnya kan dia ada ngelapor bahwa motornya hilang, tapi ini enggak, enggak ada laporan sejauh ini," ucap Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.
Petugas kepolisian juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, namun sepeda motor milik korban yang sempat tergeletak di pinggir jalan sudah tidak ditemukan di tempat.
Mengenai kondisi fisik salah satu pemuda yang terkena sabetan senjata tajam dalam rekaman video, pihak penyidik masih belum bisa memberikan kepastian.
"Belum tahu ya karena enggak ada yang melapor ke kita, jadi masih kita dalami dulu. Masih kita selidiki juga ini dari pihak-pihak mana yang melakukan tawuran ini karena meresahkan warga, akan diselidiki lebih lanjut," ucap Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.
Berdasarkan rekaman video dari akun Instagram @jakbarviral, peristiwa bermula saat gerombolan sepeda motor bergerak cepat menuju arah Tugu Pekojan.
Satu sepeda motor yang ditumpangi tiga pemuda tertinggal dari rombongan, lalu kehilangan kendali hingga menabrak tiang listrik di pinggir jalan.
Kelompok pengejar yang berjumlah sekitar 11 orang dengan lima sepeda motor langsung mendatangi korban sambil membawa senjata tajam.
Tiga pemuda tersebut langsung melarikan diri, namun salah satu di antaranya sempat terkena sabetan senjata tajam dari arah belakang.
Para pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor putih milik korban dengan melawan arah menuju Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara.