Polisi Selidiki Jaringan Jambret WNA di Jakarta Pusat

Polisi Selidiki Jaringan Jambret WNA di Jakarta Pusat

Aparat kepolisian tengah mendalami dugaan keberadaan jaringan spesialis penjambretan warga negara asing (WNA) menyusul dua insiden kriminalitas di wilayah Jakarta Pusat dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Penyelidikan difokuskan pada keterkaitan antara pelaku di Menteng dan Sawah Besar.

Dilansir dari Megapolitan, Kapolsek Menteng Braiel Arnold Rondonuwu mengonfirmasi pada Jumat (15/5/2026) bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah para pelaku yang beraksi di dua lokasi berbeda tersebut merupakan bagian dari kelompok yang sama.

"Sampai saat ini kami berupaya untuk memaksimalkan penindakan. Terkait apakah pelaku di Sawah Besar atau di Menteng ini sama apakah satu jaringan, kami belum menemukan fakta," ujar Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Kasus terbaru melibatkan seorang pria asal Italia yang menjadi korban perampasan ponsel di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng. Insiden tersebut terjadi saat korban sedang berada di trotoar untuk memesan transportasi daring sebelum didatangi oleh pengendara sepeda motor matic merah.

"Pada saat itu korban sedang menunggu taksi online yang akan menjemput yang bersangkutan," kata Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Berdasarkan rekaman kamera dashboard yang viral di media sosial, korban sempat berusaha mengejar pelaku setelah ponselnya dirampas. Namun, upaya pengejaran tersebut berakhir ketika korban jatuh tersungkur di aspal kawasan jantung ibu kota tersebut.

"Pada saat korban menunggu taksi online di pinggir jalan, tiba-tiba didatangi pengendara motor dan langsung merampas," lanjut Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Pihak penyidik kini tengah mengumpulkan petunjuk tambahan dari lokasi kejadian. Identifikasi pelaku diupayakan melalui pemeriksaan saksi serta bukti visual yang tersedia dari lingkungan sekitar Bundaran HI.

"Terhadap korban yang merupakan WN Italia ini segera kita mintai keterangan. Dan kami berupaya mencari petunjuk di seputar TKP untuk mengungkap pelaku," ujar Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Sebagai langkah preventif ke depan, kepolisian berencana menjalin komunikasi dengan pihak perhotelan di jalur Sudirman-Thamrin. Tujuannya agar tamu hotel tidak lagi menunggu kendaraan di tepi jalan raya yang rawan tindak kriminal.

"Kami akan koordinasi dengan manajemen hotel untuk bagaimana supaya transportasi online baik roda dua atau empat bisa diakomodir menjemput tamu di lobi hotel," ujar Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Kepolisian berharap perubahan titik penjemputan ini dapat meminimalisir peluang bagi pelaku kejahatan jalanan untuk beraksi. Prosedur ini diharapkan berlaku serentak bagi seluruh pengguna layanan transportasi tanpa membedakan kewarganegaraan.

"Supaya warga Indonesia maupun asing yang butuh layanan transportasi online ini tidak menunggu di pinggir jalan," lanjut Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Penyidik masih bekerja di lapangan untuk memburu identitas dan keberadaan pria berkaus hitam yang terekam kamera tersebut. Polisi menekankan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi prioritas untuk menjaga keamanan di objek vital Jakarta.

"Kami mohon doa dan dukungan, kami sedang berupaya maksimal kami bisa secepatnya mengungkap," kata Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.

Sebelum insiden di Menteng, penjambretan juga menimpa Robin (25), WNA asal Jerman, di depan Sekolah Santa Ursula, Sawah Besar pada April 2026. Dalam peristiwa tersebut, ponsel Samsung S23 milik korban raib dibawa lari oleh dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor.

Artikel terkait

Rekomendasi