Aparat kepolisian menangkap empat orang terduga pengedar tiket palsu dalam pertandingan pekan ke-32 Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026). Kericuhan di area pintu masuk sempat terjadi setelah sejumlah suporter dilarang masuk akibat tiket yang mereka miliki tidak dapat dipindai oleh sistem panitia.
Kasatreskrim Polres Samarinda, AKP Agus Setyawan menjelaskan bahwa penyelidikan segera dilakukan setelah petugas menerima laporan mengenai kegagalan proses pemindaian tiket di gerbang masuk stadion. Temuan tiket palsu tersebut terkonsentrasi pada pintu masuk gerbang 17 dan 19 dengan ciri fisik berwarna hitam.
“Pada saat masyarakat melaksanakan scanning di gate masuk ternyata tidak bisa sehingga saat itu kami bergerak melakukan penyelidikan dan diketahui ada tiket palsu yang beredar,” ujar Agus, Senin (11/5/2026).
Pihak berwajib kemudian mengamankan empat individu yang memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, di mana dua di antaranya diduga sebagai otak kejahatan. Agus menyebutkan bahwa dua tersangka perempuan merupakan bagian dari panitia pelaksana (panpel) di sektor tiket yang menyalahgunakan akses mereka untuk menggandakan tiket asli.
“Yang saat ini kami amankan ada empat orang. Dua orang diduga sebagai otak pelaku dan dua lainnya membantu proses penjualan,” katanya.
Para pelaku menjual tiket hasil cetakan ulang tersebut dengan harga berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 170.000 per lembar. Saat ini, polisi telah menyita 120 lembar tiket yang diduga palsu sebagai barang bukti dalam proses penyidikan lebih lanjut.
“Harga tiket yang dijual bervariasi antara Rp 100 ribu sampai Rp 170 ribu,” ucapnya.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami total tiket yang telah terjual kepada masyarakat serta menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak percetakan dalam produksi tiket ilegal tersebut. Agus mengonfirmasi beberapa korban telah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
“Ada beberapa korban yang sudah kami mintai keterangan. Untuk jumlah tiket yang sudah terjual masih dalam pendalaman,” jelas Agus.
Fokus penyelidikan juga diarahkan untuk memastikan apakah pihak percetakan mengetahui tujuan penggunaan tiket yang dipesan oleh para tersangka. Kepolisian berkomitmen menuntaskan kasus yang merugikan banyak suporter ini.
“Untuk percetakan masih kami dalami apakah mengetahui penggunaan tiket itu atau tidak,” ujarnya.
Selain penegakan hukum terkait tiket, kepolisian mengambil langkah preventif dengan mengamankan beberapa pendukung Persib guna mencegah bentrokan fisik. Hal ini dilakukan karena jumlah pendukung Persija Jakarta jauh lebih dominan di lokasi pertandingan.
“Kami lebih melindungi mereka karena minoritas di situ. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya kami amankan terlebih dahulu,” katanya.
Seorang penonton bernama Rudy menceritakan pengalamannya menjadi korban setelah membeli tiket dari pedagang yang terlihat seperti penjual tiket resmi pada umumnya. Ia mengaku mengalami kerugian finansial yang cukup besar untuk rombongannya.
“Beli lima tiket, total Rp 750 ribu,” ujar Rudy.
Menurut keterangan Rudy, transaksi berlangsung normal tanpa kecurigaan karena metode penawaran yang dilakukan pelaku tidak berbeda dengan penjual tiket pertandingan biasanya. Kejadian ini mengakibatkan dirinya dan rekan-rekannya gagal menyaksikan laga secara langsung.
“Modusnya biasa saja, seperti jual tiket pertandingan biasa,” ucapnya.