Aksi pembakaran sejumlah titik secara acak oleh seorang pria berinisial A memicu keresahan warga di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa, 12 Mei 2026. Pelaku melakukan tindakan tersebut pada dini hari sehingga mengancam keselamatan pemukiman padat penduduk serta tempat usaha milik warga sekitar.
Insiden ini bermula sekitar pukul 04.00 WIB saat situasi lingkungan masih sepi, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Warga yang menyadari adanya api segera bertindak melakukan pemadaman secara mandiri untuk mencegah kebakaran meluas ke bangunan di sekitarnya.
Indra, seorang pedagang nasi berusia 40 tahun, menjadi salah satu korban yang lapaknya nyaris ludes terbakar pada bagian penutup plastik. Saat kejadian, warung miliknya dalam kondisi tertutup karena ia sedang berada di rumah.
"Ya resah. Untung pas kemarin ada warga yang tahu jadi enggak sempat membesar, itu langsung dipadamin warga. Coba kalau enggak ada yang lihat, bisa ke mana-mana dampaknya," jelas Indra, pedagang nasi.
Api sempat membesar karena membakar material plastik yang mudah tersulut sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh bantuan warga setempat.
"Itu kondisi saya di rumah, jadi warung depan kosong, waktu itu diteriaki warga karena api Iumayan sampai besar. Namanya plastik dibakar kan, jadi cepat besar. Tapi padam langsung setelah diguyur (air)," jelas Indra.
Selain warung nasi, pelaku juga menyasar kendaraan bermotor yang terparkir di depan rumah warga. Marie, lansia berusia 73 tahun, melaporkan bahwa terpal biru yang menutupi dua unit sepeda motor miliknya habis dilahap si jago merah.
"Motor enggak rusak, cuma itu tangki motor ada kaya bekas tetasan terpal, bentuknya kayak plastik yang dibakar terus netes," jelas Marie, korban pembakaran.
Kapolsek Matraman AKP Suripno mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap pelaku setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas pelaku terungkap melalui analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan pergerakan warga dari kawasan Pisangan Baru.
"Kami analisis CCTV untuk menerangkan pelaku, mengerucut salah satu warga yang mendekati itu (terduga pelaku)," kata AKP Suripno, Kapolsek Matraman.
Penangkapan sempat mengalami kendala karena pihak keluarga pelaku dinilai tidak kooperatif terhadap petugas kepolisian yang datang menjemput. Petugas akhirnya berhasil membawa pelaku setelah melakukan proses negosiasi di tengah kerumunan warga.
"Ya dari anak maupun orangtuanya ya awalnya kan gitu, enggak mau cepat gitu kan ngikutin arahan kami. Setelah dibujuk dan mulai banyak warga, pelaku menuruti kita," jelas AKP Suripno.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak sadar saat melakukan aksi pembakaran tersebut dan diduga tengah mengalami depresi. Hingga saat ini, polisi masih belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari pria berinisial A tersebut.
"Pelaku ini depresi, untuk pemeriksaan belum bisa dilanjutkan, karena A (pelaku) hanya bilang enggak tahu terus," kata AKP Suripno.
Pihak kepolisian memutuskan untuk merujuk pelaku ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna mendapatkan observasi medis. Langkah ini diambil untuk memastikan status kesehatan mental pelaku sebelum melanjutkan proses hukum lebih lanjut.
"Nanti mau kita cek ke RS Polri Kramat Jati dulu untuk periksa kejiwaan, Kayaknya kejiwaannya kena," kata AKP Suripno.