Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memulai penyelidikan terkait dugaan kasus child grooming yang menyeret oknum di SMK Letris Indonesia, Pamulang, pada Jumat (15/5/2026). Langkah hukum ini diambil pihak kepolisian setelah mengidentifikasi informasi yang beredar melalui patroli siber di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha mengonfirmasi bahwa tim penyidik telah bergerak untuk mendalami kebenaran informasi tersebut. Berdasarkan laporan dari Megapolitan, pihak kepolisian mulai melakukan langkah-langkah awal guna mengumpulkan bukti dan keterangan lapangan.
"Lagi kita lidik. Dari hasil patroli siber kemarin dapat info tersebut, hari ini mulai kita lakukan penyelidikan," ujar Wira, Kasat Reskrim Polres Tangsel.
Penyidik dikabarkan telah mendatangi lokasi sekolah sebagai bentuk tindak lanjut cepat terhadap isu yang meresahkan masyarakat tersebut. Namun, proses pemeriksaan saksi-saksi secara formal masih tertunda lantaran bertepatan dengan jadwal libur panjang.
"Belum, baru mau jalan. Sekolah juga pada libur," kata Wira, Kasat Reskrim Polres Tangsel.
Sebagai respons atas kegaduhan ini, yayasan pengelola sekolah mengambil tindakan tegas dengan membebastugaskan kepala SMK Letris Indonesia. Keputusan ini diambil agar proses investigasi, baik oleh kepolisian maupun internal, dapat berjalan tanpa hambatan.
"Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis pernyataan yayasan melalui akun Instagram resmi @letrispamulangofficial.
Manajemen yayasan juga memastikan telah membentuk tim khusus untuk mendalami duduk perkara yang terjadi. Fokus utama dari pembentukan tim ini adalah untuk memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh siswa di lingkungan pendidikan tersebut.
"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai dengan aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku," demikian pernyataan yayasan.
Sejalan dengan tindakan administratif tersebut, investigasi internal terus dilakukan guna menyisir fakta-fakta yang ada di lapangan. Pihak sekolah menegaskan keterbukaan mereka dalam mengungkap kebenaran terkait dugaan praktik child grooming ini.
"Saat ini, pihak sekolah bersama dengan yayasan sedang melakukan investigasi internal secara menyeluruh dan mendalam untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi," ujar pihak sekolah melalui akun Instagram resminya.