Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat yang diprediksi berlangsung selama periode libur panjang hingga 17 Mei 2026. Kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan curah hujan akibat aktivitas gelombang Kelvin dan Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 2 di atas Pulau Jawa.
Wilayah Bandung dan sekitarnya pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan akan mengalami hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celsius. Berdasarkan data BMKG yang dilansir detik.com, tingkat kelembapan udara di kawasan tersebut mencapai 75 hingga 97 persen, yang menciptakan suasana cenderung lembap dan sejuk.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang signifikan di beberapa titik. Sejumlah wilayah seperti Bogor, Bekasi, Karawang, hingga Bandung masuk dalam daftar daerah yang harus mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat.
"Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan berdurasi singkat ada di sebagian wilayah, seperti Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Sumedang, Garut, hingga Bandung," ujar Teguh Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat.
Pihak BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan instansi terkait dan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Hal ini mencakup risiko banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang dipicu oleh angin kencang tiba-tiba.
"Kami imbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," kata Teguh Rahayu.
Teguh juga mengingatkan warga agar tetap memantau risiko di lingkungan sekitar selama menghabiskan waktu libur. Kewaspadaan ekstra diperlukan terutama saat merencanakan aktivitas di ruang terbuka.
"Tetap tenang namun siaga. Kenali resiko di lingkungan sekitar. Dan masyarakat lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas di libur panjang ini," ujar Teguh Rahayu.
Sebagai perbandingan historis, dilansir dari rri.co.id, wilayah Bandung pada Kamis, 14 Mei 2026, sempat mencatatkan suhu puncak mencapai 36 derajat Celsius pada sore hari sebelum turun drastis ke 24 derajat Celsius. Perubahan suhu yang signifikan tersebut dibarengi dengan hujan ringan pada siang hari antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
| Tanggal | Wilayah Terdampak |
|---|---|
| 15 Mei 2026 | Bekasi, Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Ciamis |
| 16 Mei 2026 | Bogor, Depok, Purwakarta, Cianjur, Subang, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Cimahi |
| 17 Mei 2026 | Bogor, Sukabumi, Cirebon, Majalengka, Kuningan |
BMKG menyarankan masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca yang berlangsung mendadak. Suplai uap air di Jawa Barat juga diperkirakan akan diperkuat oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby pada akhir periode prakiraan.