Stockbit Sekuritas memproyeksikan penghapusan sejumlah saham emiten besar asal Indonesia dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pengumuman tinjauan indeks yang dijadwalkan pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat atau Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia.
Langkah ini diambil karena emiten tersebut masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Meskipun saat ini pasar modal Indonesia secara umum masih dalam status pembekuan oleh MSCI terkait penyesuaian bobot tertentu.
Analisis Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa pembekuan tersebut mencakup beberapa aspek teknis seperti kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Selain itu, pembekuan berlaku pada penambahan ke MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta migrasi antar segmen ukuran saham.
“Meski pasar Indonesia masih dibekukan, MSCI akan menghapus saham–saham yang masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high shareholding concentration/HSC), sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap saham sejenis di pasar lain,” sebut Stockbit.
Berdasarkan ulasan tersebut, PT Barito Renewables Energy Tbk ($BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ($DSSA) menjadi kandidat kuat yang akan dikeluarkan dari indeks global tersebut. Penghapusan ini diprediksi akan memicu tekanan jual dari dana pasif (passive fund) saat eksekusi penghapusan dilakukan.
Selain faktor konsentrasi kepemilikan, Stockbit Sekuritas menyoroti variabel lain yang berpotensi memengaruhi posisi emiten Indonesia dalam indeks tersebut. Hal ini berkaitan dengan penyesuaian free float oleh MSCI yang menggunakan data ambang batas kepemilikan di atas satu persen.
Fokus pengamatan tertuju pada klasifikasi pemegang saham strategis atau korporat dibandingkan dengan pemegang saham non-strategis. Perubahan pada kalkulasi free float ini berisiko menyebabkan konstituen saham asal Indonesia mengalami penghapusan atau penurunan kelas menuju indeks kapitalisasi kecil (small cap index).