Pergerakan harga emas dunia diproyeksikan memiliki peluang untuk mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai bahwa tekanan bearish yang sebelumnya terjadi pada komoditas XAU/USD kini mulai mereda.
Kondisi pasar saat ini memperlihatkan harga emas sedang berada dalam fase pembentukan tren sekunder. Arah pergerakan komoditas ini terpantau menuju area dynamic resistance yang berada di sekitar Moving Average (MA) 21 dan 50.
Hingga saat ini, sinyal pembalikan arah yang kuat untuk melanjutkan penurunan harga belum terlihat. Situasi tersebut dinilai membuka peluang bagi emas untuk mencatatkan kenaikan dalam jangka pendek selama mampu bertahan di atas area support terdekat.
"Pada perdagangan pagi ini, fokus pasar masih cenderung mendukung kenaikan sementara pada harga emas. Dalam proyeksi jangka pendek, XAU/USD diperkirakan berpotensi bergerak menuju resistance terdekat di level 4.590. Jika momentum beli masih berlanjut, maka target resistance berikutnya berada di area 4.629," kata Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.
Sinyal pemulihan harga ini juga tercermin melalui indikator stochastic yang masih bergerak di area jenuh beli atau overbought tanpa adanya penurunan yang signifikan. Geraldo Kofit mengingatkan bahwa pergerakan naik ini masih berpotensi bersifat sementara karena pelaku pasar masih bersikap wait and see menunggu sentimen baru.
"Selain itu, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global juga masih menjadi faktor yang menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Kondisi tersebut membantu menopang harga emas setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam," ujar Geraldo Kofit.
Faktor fundamental lain yang memengaruhi harga emas adalah sikap hati-hati pasar terhadap arah kebijakan moneter global dari Federal Reserve. Ruang kenaikan harga emas dinilai masih cukup terbatas akibat kuatnya posisi dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat saat ini.
"Selain itu, tingginya yieldobligasi AS juga meningkatkan daya tarik instrumen berbasis imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga atau return tetap," kata Geraldo Kofit.
Secara keseluruhan, tren pelemahan jangka menengah untuk komoditas emas ini masih perlu diwaspadai jika harga belum mampu menembus area resistance penting. Perubahan sikap The Fed menjadi lebih dovish berpeluang memicu sentimen positif yang lebih besar bagi emas.
"Karena itu, investor disarankan tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi global, arah kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Geraldo Kofit.