Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka pada Selasa (5/5/2026) guna menyikapi fenomena arus modal keluar atau capital outflow. Langkah ini diambil pemerintah untuk memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik dari tekanan eksternal.
Pemerintah telah memetakan sejumlah faktor yang menjadi pemicu hengkangnya dana asing dari Indonesia. Sebagaimana dilansir dari Market, pelemahan ini terutama bersumber dari dinamika di pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN) yang terjadi belakangan ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Presiden memberikan perhatian serius terhadap pergerakan modal tersebut. Identifikasi masalah dilakukan secara mendalam untuk menentukan langkah mitigasi yang tepat bagi sistem keuangan nasional.
"Dan kemudian tentu beberapa hal yang menjadi perhatian tentu terkait dengan Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow. Dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu oleh pasar modal, kedua SBN, dan ketiga dinetralisasi oleh SRBI," kata Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut keterangan Airlangga, instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) berperan penting dalam mengimbangi tekanan dari pasar modal. Selain masalah modal, pemerintah juga menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah di pasar forward luar negeri guna menjaga stabilitas ekonomi makro.
Koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter kini terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak buruk dari volatilitas pasar global. Kesepakatan strategis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bentuk respons kebijakan yang terpadu.
"Dan tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan sehingga ke depan ini bisa dijaga terkait dengan capital outflow," tandas Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sinergi antara instansi dalam KSSK diharapkan mampu menciptakan jaring pengaman bagi perekonomian domestik. Pemerintah memastikan akan terus memantau pergerakan pasar keuangan secara berkala untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah dinamika global yang dinamis.