Prabowo Subianto Bahas Stabilitas Ekonomi Bersama Tokoh Nasional

Prabowo Subianto Bahas Stabilitas Ekonomi Bersama Tokoh Nasional

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah tokoh ekonomi senior di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (22/05) demi merumuskan langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas keuangan nasional di tengah ketidakpastian global, dilansir dari Detik Finance.

Pertemuan strategis tersebut difokuskan pada kilas balik penanganan krisis masa lalu serta penguatan fundamental ekonomi saat ini. Pemerintah kini tengah menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga komoditas dan tekanan geopolitik dunia.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bertindak sebagai pendamping Kepala Negara dalam agenda tersebut. Tokoh-tokoh yang hadir mencakup jajaran mantan menteri hingga mantan Gubernur Bank Indonesia.

"Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia. Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai pertemuan tersebut, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Koordinator Perekonomian.

Airlangga Hartarto memaparkan bahwa para tokoh senior membagikan catatan krusial mengenai penanganan inflasi dan lonjakan harga minyak global. Pengalaman masa lalu itu diintegrasikan sebagai referensi penguatan kebijakan makroekonomi saat ini.

"Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya," terang Airlangga.

Pemerintah kini terus mematangkan tata kelola ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Selain itu, optimalisasi regulasi perbankan dan kebijakan devisa hasil ekspor terus dipantau secara ketat sesuai arahan Presiden.

"Kami laporkan terkait kemarin pertemuan dengan para asosiasi pengusaha baik dalam maupun luar negeri, sosialisasi dari devisa hasil ekspor dan sosialisasi daripada ekspor melalui badan usaha milik negara," jelas Airlangga.

Artikel terkait

Rekomendasi