Presiden Prabowo Subianto Jaga Defisit APBN 2027 Maksimal 2,40 Persen

Presiden Prabowo Subianto Jaga Defisit APBN 2027 Maksimal 2,40 Persen

Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 pada kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam rapat paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026).

Langkah penahanan laju defisit tersebut diambil sebagai upaya menjaga kesehatan fiskal jangka panjang negara. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional agar mampu menyentuh level 8 persen pada tahun 2029.

Komitmen penjagaan postur anggaran tersebut disampaikan Kepala Negara saat membacakan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027. Pemerintah berkomitmen menekan defisit agar pengelolaan keuangan negara tetap berjalan secara berkelanjutan dan pruden.

"Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen (dari) PDB. Kami akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Disiplin fiskal ini disebut sebagai pilar krusial demi memelihara stabilitas ekonomi di tingkat domestik. Selain menjaga keseimbangan makro, kebijakan anggaran tersebut diarahkan untuk menyokong realisasi seluruh program prioritas bentukan pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dilansir dari Money, realisasi APBN hingga akhir April 2026 mencatatkan defisit senilai Rp 164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap PDB. Catatan persentase itu menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,93 persen terhadap PDB.

Di samping target defisit, struktur rancangan APBN 2027 juga mematok target pendapatan negara pada rentang 11,82 sampai 12,40 persen terhadap PDB. Sementara itu, pagu belanja negara diproyeksikan bergerak pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen terhadap PDB.

Pemerintah turut mengincar tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 6,5 sampai 7,3 persen. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diproyeksikan bergerak di antara Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dollar AS, dibarengi target inflasi 2027 yang dikendalikan pada batas 1,5 hingga 3,5 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi