Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dana kedaulatan Indonesia atau sovereign wealth fund melalui Danantara kini telah menjelma sebagai salah satu yang terbesar di tingkat global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Sabtu (16/5/2026), sebagaimana dilansir dari Kompas. Nilai kapitalisasi yang dikelola lembaga baru ini dilaporkan menembus angka 1.000 miliar dolar AS.
Akibat dari lonjakan nilai tersebut, posisi Indonesia kini diklaim berhasil menembus urutan lima besar di kancah internasional.
“Kita bahkan di atas Qatar, di atas Saudi Arabia, juga di atas Singapura,” kata Prabowo dalam sambutannya, Sabtu (16/5/2026).
Konstitusi pengelolaan dana publik ini sebenarnya baru resmi dibentuk pada tahun 2025 lalu. Kendati beroperasi dalam waktu relatif singkat, perkembangannya dinilai mampu menyamai jajaran pengelola aset papan atas dunia.
Di samping memaparkan pencapaian makroekonomi tersebut, Kepala Negara juga menjelaskan perihal implikasi domestik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat.
Perputaran modal bernilai miliaran rupiah diproyeksikan akan mengalir secara konstan ke wilayah pedesaan setiap bulan, mengingat seluruh rantai pasok pangan bakal mengandalkan komoditas lokal setempat.
“Yang tanam ikan lele bisa dijual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa, semua produsen di desa itu hidup,” ujarnya.
Sistem ini dirancang sebagai instrumen fundamental dalam memperkokoh struktur finansial di tingkat desa. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk meminimalkan dampak dan ketergantungan terhadap fluktuasi pasar bebas.