Sejumlah menteri bidang ekonomi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendatangi Kompleks Istana di Jakarta pada Senin (18/6/2026) sore. Pertemuan terbatas tersebut digelar saat nilai tukar rupiah dilaporkan mengalami penurunan terhadap dollar Amerika Serikat.
Para pejabat yang hadir terpantau mulai berdatangan sejak pukul 15.32 WIB, sebagaimana dilansir dari Nasional. Di antara yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Selain jajaran menteri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga memenuhi panggilan ke Istana tersebut.
Materi pembahasan dalam rapat tersebut masih dirahasiakan oleh para pejabat yang hadir saat tiba di lokasi. Airlangga Hartarto memosisikan diri untuk belum bersedia memberikan rincian mengenai detail pertemuan.
"Agendanya nanti kita lihat," ucap Airlangga saat tiba.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo yang memilih tidak memberikan pernyataan sepatah kata pun kepada media saat memasuki kawasan Istana. Perry hanya melempar senyuman saat dihujani pertanyaan oleh awak media mengenai situasi terkini mata uang dollar Amerika Serikat.
Berdasarkan data finansial dari Reuters pada Senin (18/5/2026), posisi nilai tukar mata uang Indonesia berada pada level Rp 17.645 per dollar AS. Angka tersebut menunjukkan bahwa mata uang rupiah mengalami penurunan sebesar 1,17 persen jika dibandingkan dengan hasil pada perdagangan sebelumnya.