Presiden Prabowo Subianto menanggapi kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus mengalami penurunan saat meresmikan 1.000 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Seperti dilansir dari Kompas, Prabowo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menghadapi situasi ekonomi tersebut. Penegasan ini disampaikan karena pemerintah meyakini kondisi dalam negeri, khususnya di kawasan pedesaan, masih relatif aman.
“Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, nggak usah kau khawatir, mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar, yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri,” ujar Prabowo.
Sebelum pernyataan tersebut disampaikan, nilai tukar mata uang Garuda dilaporkan telah menembus angka Rp17.500 per dolar AS. Lonjakan ini memicu respons cepat dari otoritas keuangan negara untuk menjaga stabilitas pasar domestik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa langkah konkret akan segera diambil demi mengatasi depresiasi mata uang nasional ini. Pemerintah berencana mengoptimalkan berbagai instrumen finansial yang tersedia mulai hari berikutnya.
“Kita akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market. Kita kan punya BSF tapi belum fund semuanya, kita aktifkan instrumen yang kita punya di sini. Besok baru jalan,” ujar Purbaya, di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).
Langkah penanganan ini juga mendapat perhatian serius dari pihak legislatif. Parlemen mendorong agar seluruh pemangku kepentingan segera bersinergi demi menekan dampak penurunan nilai mata uang yang sedang terjadi.
“Kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Puan, dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.