Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan Turun Menjadi 6 Persen pada 2027

Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan Turun Menjadi 6 Persen pada 2027

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka kemiskinan nasional hingga mencapai kisaran 6 sampai 6,5 persen pada tahun 2027. Target pengentasan kemiskinan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Penurunan ini mencerminkan target yang lebih rendah dibandingkan sasaran pada tahun 2026 yang ditetapkan pada angka 6,5 hingga 7,5 persen. Informasi mengenai kebijakan fiskal terbaru ini dilansir dari Nasional.

"Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata. Karena itu, angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5 persen," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen selama tujuh tahun terakhir dengan realitas peningkatan kemiskinan serta penurunan jumlah masyarakat kelas menengah di lapangan.

"Saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya. Saudara-saudara sekalian, tujuh tahun kali 5 persen, 35 persen ekonomi kita tumbuh, tapi angka rakyat kita yang miskin tambah," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Kepala Negara kemudian mempertanyakan performa pengelolaan ekonomi kepada seluruh elemen bangsa, mengingat posisi strategis dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia belum berdampak optimal bagi masyarakat. Indonesia bahkan tercatat memiliki rasio belanja terhadap produk domestik bruto (PDB) terendah di antara negara-negara G20 dan berada di bawah beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina, serta Kamboja.

"Yang kelas menengah turun, Saudara-saudara. Saya bertanya di hadapan majelis yang terhormat ini, saya bertanya kepada semua partai politik, semua ormas, saya bertanya kepada semua pakar-pakar dan semua guru besar, bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat," sambung Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Sebagai langkah evaluasi, pemerintah juga menetapkan target perbaikan rasio gini ke rentang 0,362 hingga 0,367 pada 2027, membaik dari target tahun ini sebesar 0,377 hingga 0,380.

"Kita harus introspeksi dan sadar dan berani bertanya, kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Upaya penyempitan kesenjangan ekonomi menjadi fokus utama pemerintah dalam rancangan anggaran tersebut.

"Jarak yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," tegas Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi