Arah kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro nasional untuk tahun depan mulai dipetakan oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung pokok-pokok kebijakan tersebut dalam RAPBN 2027 pada Sidang Paripurna DPR RI ke-19.
Dikutip dari Medcom, kepala negara menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap laju roda perekonomian nasional. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen untuk periode 2027.
"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2007 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," kata Prabowo Subianto dalam sidang paripurna DPR RI ke-19, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam pandangannya, APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara biasa. Instrumen fiskal tersebut dinilai sebagai alat perjuangan untuk menggerakkan perekonomian bangsa.
Pemerintah merancang peningkatan kapasitas fiskal untuk mendukung program pembangunan. Target pendapatan negara pada APBN 2027 dipatok berada di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Pertama, pendapatan negara dalam APBN 2027, kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto kita," ujar Prabowo Subianto.
Penyaluran pendapatan tersebut bakal diarahkan untuk mendanai berbagai program prioritas pemerintah. Sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional akan menjadi fokus utama.
Sementara itu, pos belanja negara direncanakan bergerak pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB Indonesia.
Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dan Defisit Fiskal
Aspek pengelolaan pembiayaan juga menjadi perhatian serius demi menjaga kesehatan fiskal. Pemerintah berkomitmen mengendalikan defisit APBN 2027 pada rentang 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB.
Langkah penyeimbangan juga diterapkan pada sektor keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN). Imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.
Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pemerintah memperkirakan pergerakan mata uang domestik berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per USD.
"Strategi fiskal dan monetar kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," tutur Prabowo Subianto.
Kendali Inflasi dan Asumsi Sektor Energi
Fokus kebijakan makro lainnya diarahkan pada stabilitas harga di pasar. Pemerintah menetapkan target tingkat inflasi domestik agar tetap terjaga di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Pada sektor energi, pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau ICP diperkirakan akan bergerak pada level USD70 hingga USD95 per barel.
Sedangkan untuk kapasitas produksi, target lifting minyak bumi diproyeksikan mencapai 602 hingga 615 ribu barel per hari. Di sisi lain, target lifting gas bumi dipatok sebesar 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.