Presiden Prabowo Subianto menyatakan dana kedaulatan Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara kini mengelola aset Badan Usaha Milik Negara mencapai 1.000 miliar dolar AS pada peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih, Sabtu (16/5/2026).
Pengelolaan dana kedaulatan atau Sovereign Wealth Fund tersebut menempatkan Indonesia berada di peringkat keenam dunia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden.
"Kita punya sekarang dana kedaulatan. Sovereign Wealth Fund. Dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang US$ 1.000 miliar, aset yang kita kelola," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pembentukan Danantara yang baru berjalan sejak tahun 2025 dinilai menjadi salah satu capaian terbaik global karena mampu bersaing dengan SWF negara lain yang sudah berdiri puluhan tahun lebih awal.
"Kita sekarang kelima, kalau di sini kita kelima terbesar di dunia, baru dibentuk tahun 2025. Abu Dhabi bentuk tahun 1976, Tiongkok 1997, CIC dari Tiongkok juga 2007, Norway 1990, Norway yang paling besar, negara sangat kecil, tabungannya sangat besar. Kita bahkan di atas Qatar, di atas Saudi Arabia, juga di atas Singapura. Jadi, boleh juga nih negara kita," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Kehadiran badan pengelola investasi ini diyakini bakal memberikan dampak serta manfaat besar yang fondasinya telah diletakkan pada periode kepemimpinan saat ini.
"Kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi ingat, lihat, lihat tanggal, lihat tahun, saudara akan lihat, pada saat itu saudara akan lihat apa yang kita buat tahun 2025, 2026 ini. Jangan sekarang, nanti 20 tahun lagi, saudara nilai apa yang kita buat hari ini, yang kita buat adalah hal-hal mendasar," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.