Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Jambi didominasi oleh kondisi berawan hingga udara kabur pada Minggu, 31 Mei 2026. Berdasarkan pantauan lembaga tersebut, potensi hujan dengan intensitas ringan pada hari ini hanya terdeteksi di satu wilayah saja.
Dilansir dari detikcom, kawasan yang berpotensi mengalami hujan ringan tersebut adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sebaliknya, wilayah lain seperti Kota Jambi, Merangin, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Sungai Penuh, Kerinci, Bungo, dan Tebo diprediksi akan mengalami cuaca berawan hingga udara kabur.
Rincian kondisi di beberapa wilayah menunjukkan Kota Jambi berawan dengan suhu 25-32 derajat Celsius dan kelembaban 63-99 persen. Wilayah Kerinci diprediksi berkabut dengan suhu 20-25 derajat Celsius, sementara Merangin mengalami udara kabur bersuhu 21-32 derajat Celsius dan Sarolangun berkabut dengan suhu 24-32 derajat Celsius.
Kondisi ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang sempat diwarnai cuaca ekstrem akibat masa pancaroba. Pemerintah Provinsi Jambi pun sempat mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, menjelaskan bahwa wilayah Jambi sebenarnya sudah mulai memasuki musim kemarau. Kendati demikian, potensi turunnya hujan berintensitas sedang hingga lebat dinilai masih tetap ada dalam beberapa hari ke depan.
"Cuaca pancaroba ini ditandai dengan suhu panas pada siang hari, kemudian hujan turun pada sore hingga malam hari. Berdasarkan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi masih dapat terjadi hingga dasarian kedua Mei 2026," ujar Sudirman.
Pemerintah daerah bersama BMKG terus bersinergi memantau dinamika cuaca guna mengantisipasi dampak buruk bagi masyarakat. Selain itu, warga juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase dan sungai, karena dapat menyebabkan aliran air tersumbat dan memperbesar risiko banjir," tambah Sudirman.
Sebelumnya pada Sabtu (30/5/2026), BMKG melalui laporan Jambi Prima juga sempat mendeteksi pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan lebat disertai petir di Kabupaten Tebo pada siang hingga sore hari. Berdasarkan data sekunder dari detikcom pada 28 Mei 2026, Jambi sempat mencatat tujuh wilayah yang mengalami hujan ringan.