BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Semarang pada 14 Mei 2026

BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Semarang pada 14 Mei 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kota dan Kabupaten Semarang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Kamis, 14 Mei 2026. Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Data prakiraan cuaca menunjukkan suhu udara di Kota Semarang berada pada rentang 25 hingga 31 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah Kabupaten Semarang diprediksi memiliki suhu yang lebih sejuk antara 22 sampai 29 derajat Celsius dengan potensi hujan serupa menurut laporan Kontan.

Prakiraan Cuaca Semarang - Kamis, 14 Mei 2026
WilayahKondisi CuacaSuhu
Kota SemarangHujan Ringan25–31 °C
Kabupaten SemarangHujan Ringan22–29 °C

Prakirawan BMKG, Yuyun W, menjelaskan bahwa secara umum terdapat daerah konvergensi yang memanjang dari perairan barat Kalimantan hingga Sulawesi bagian selatan. Fenomena ini berdampak pada potensi cuaca di berbagai kota besar di Indonesia.

"peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu" terang Yuyun W sebagaimana dikutip dari laman resmi BMKG.

Sebelumnya, kondisi cuaca di Semarang sempat diprediksi hanya berawan tebal. Prakirawan Adelia F mencatat adanya tutupan awan yang signifikan di wilayah Pulau Jawa, termasuk Bandung dan Surabaya, sementara hujan lebat justru terkonsentrasi di luar Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi.

"Semarang berpotensi berawan tebal hari ini" kata Adelia F dalam keterangannya yang dilansir Suara Jawa Tengah.

Selain kondisi konvergensi lokal, BMKG juga memantau pergerakan Siklon Tropis Algupit di Samudra Pasifik sejak Sabtu (9/5). Siklon ini terdeteksi di timur Filipina dengan kecepatan angin mencapai 40 knot dan tekanan udara minimum 998 hektopascal.

Prakirawan BMKG Massayu memberikan rincian mengenai dampak sistem cuaca tersebut terhadap wilayah Indonesia bagian timur.

"sistem ini menginduksi atau low level jet di Samudra Pasifik timur Filipina serta membentuk daerah konvergensi di perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua" jelas Massayu.

BMKG tetap mengimbau masyarakat di Jawa Tengah untuk mewaspadai jalanan licin dan genangan air. Informasi cuaca ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer terbaru yang dipantau melalui kanal resmi pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi