Praktik Pungli Sopir Truk di Kapuk Kamal Jakarta Utara Masih Marak

Praktik Pungli Sopir Truk di Kapuk Kamal Jakarta Utara Masih Marak

Aksi pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk dilaporkan masih terus berlangsung di kawasan Kapuk Kamal, Jakarta Utara. Keberadaan praktik ilegal ini memberikan beban finansial yang signifikan bagi para pengemudi kendaraan logistik yang melintas.

Dikutip dari Megapolitan, pantauan di lapangan pada Selasa (5/5/2026) menunjukkan aktivitas pungli tersebar di beberapa titik strategis. Praktik ini terlihat jelas sepanjang jalur dari arah Cengkareng menuju Dadap sejak pagi hari.

Titik pertama pungli berada di persimpangan jalan menuju Jalan Kapuk Kamal Raya. Di lokasi tersebut, terdapat sedikitnya tiga orang yang bersiaga di tengah jalan untuk mencegat truk yang hendak berbelok atau menuju pintu tol Lingkar Luar.

Modus yang dilakukan adalah dengan langsung mengulurkan tangan ke arah jendela sopir setiap kali kendaraan besar melintas. Titik kedua ditemukan di pertigaan sebelum jembatan Jalan Kapuk Kamal Raya, di mana satu orang tampak mengatur lalu lintas sambil memungut uang.

Area ketiga yang menjadi sasaran pungli terletak di depan Rumah Pompa Polder Kamal. Di sana, pelaku menjalankan aksi serupa dengan mengambil uang dari para sopir truk yang sedang melintasi persimpangan tersebut.

Seorang sopir truk bernama Fatih (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan bahwa pungutan tersebut sangat sering ditemui di berbagai perempatan dan turunan jalan. Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan sopir dalam sekali jalan cukup menguras kantong.

"Kalau lagi apes bisa Rp 200.000 sekali jalan, bukan bolak-balik," kata Fatih saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa.

Fatih menjelaskan bahwa besaran uang yang diminta para penjaga titik tersebut cukup bervariasi. Pada waktu normal, tarifnya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per titik lokasi.

Namun, situasi menjadi lebih berat bagi para pengemudi saat malam hari. Pasalnya, nominal uang yang diminta oleh kelompok pungli bisa melonjak drastis hingga mencapai Rp30.000 sampai Rp50.000 untuk satu kali melintas.

Sopir truk lainnya, Ardi (45), juga mengonfirmasi bahwa sebaran titik pungli ini sangat merata di sepanjang jalur Kapuk Kamal. Ia menyebutkan bahwa hampir di setiap perempatan jalan selalu ada kelompok yang berjaga.

"Setiap perempatan itu ada. Satu titik bisa empat sampai lima orang," ujar Ardi kepada Megapolitan, Selasa.

Meskipun pihak kepolisian atau otoritas terkait beberapa kali melakukan penangkapan, Ardi merasa hal tersebut belum memberikan efek jera yang permanen. Pelaku pungli cenderung muncul kembali meski sudah ada tindakan tegas sebelumnya.

"Ditangkap hari ini, besok juga ada lagi," tutur Ardi mengenai fenomena pungli yang terus berulang di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi