Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa keterlibatan aktif kader perempuan di lapangan menjadi faktor utama berkurangnya jumlah rukun warga (RW) kumuh di Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Penurunan signifikan ini mencakup peran dari kader PKK, Dasawisma, hingga Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Data yang dilansir dari Megapolitan menunjukkan adanya penyusutan jumlah RW kumuh dari semula 445 wilayah pada tahun 2017 menjadi 211 RW di tahun ini. Pencapaian ini diklaim mustahil terjadi tanpa bantuan para kader perempuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
"Prestasi itu tidak mungkin tanpa perempuan-perempuan hebat di lapangan. Di antaranya adalah PKK, Dasawisma, Jumantik, dan sebagainya yang ada di lapangan. Karena merekalah yang secara langsung berinteraksi untuk itu," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Selain peran di lapangan, Pramono menggarisbawahi besarnya kontribusi perempuan dalam struktur birokrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, hampir separuh posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta jabatan teknis strategis lainnya dipegang oleh perempuan.
"Bahkan beberapa kepala yang sangat strategis, yang bertanggung jawab terhadap banjir pun (Kepala Dinas SDA) perempuan. Bappeda, Bapenda, dan sebagainya perempuan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Komitmen terhadap pemberdayaan ini akan terus dilanjutkan melalui pembukaan ruang seluas-luasnya di sektor pemerintahan. Harapannya, langkah nyata ini dapat memperkuat fondasi kesetaraan gender di lingkungan ibu kota tanpa sekadar menjadi slogan politik semata.
"Saya memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk kesetaraan di Jakarta. Bukan hanya sekadar jargon, tetapi implementasinya itu terlihat dari hampir seperti yang saya katakan tadi, separuh dari OPD, lebih, di Jakarta ini perempuan," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono memaparkan bahwa persentase penurunan kawasan kumuh tersebut mencapai 52,58 persen jika dibandingkan dengan data tahun 2017. Penurunan ini dipandang sebagai progres besar dalam penataan ruang kota Jakarta secara berkelanjutan.
"Jadi, ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Berdasarkan pemetaan wilayah, Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat masih menjadi dua area dengan konsentrasi RW kumuh terbanyak saat ini.