Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global Dunia

Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global Dunia

Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah di kawasan Plaza Festival, Jakarta, pada Minggu (10/5/2026). Dalam agenda tersebut, Pramono menetapkan target ambisius untuk membawa Jakarta menembus daftar 50 besar kota global di dunia.

Dilansir dari Detik Travel, posisi Jakarta saat ini berada pada peringkat 71 dari 156 kota di dunia, mengalami kenaikan dari posisi sebelumnya di peringkat 74 saat awal masa jabatan Pramono. Pencapaian ini diraih dalam kurun waktu 10 bulan kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur.

"Jakarta ketika saya dan Bang Dul menjabat , kita ranking 74 dari 156 kota dunia. Dalam waktu 10 bulan, Allhamdulillah sudah naik menjadi 71. Tapi kami menargetkan mudah-mudahan di akhir jabatan saya dan Bang Dul bisa menjadi top 50 kota global dunia," kata Pramono.

Keyakinan untuk mencapai target 50 besar didasari pada pemenuhan aspek keamanan kota. Berdasarkan data yang dipaparkan, Jakarta kini menempati posisi kedua sebagai kota paling aman di kawasan ASEAN setelah Singapura, melampaui kota besar lainnya seperti Bangkok dan Kuala Lumpur.

"Saya yakin bisa karena persaratan dasarnya sekarang ini sudah dipenuhi. Salah satunya adalah Jakarta menjadi kota teraman nomor 2 di ASEAN, di mana nomor 1 Singapura, This is first time Jakarta nomor 2 , Jakarta biasanya nomor 5, nomor 6, kalah sama Bangkok, Kuala Lumpur, dan sebagainya," katanya.

Pemerintah Provinsi Jakarta juga melaporkan adanya penurunan signifikan pada jumlah kawasan pemukiman kumuh. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional menunjukkan jumlah RW kumuh di Jakarta menyusut sebanyak 52 persen, dari semula 445 RW pada tahun 2017 menjadi 211 RW.

"Dan yang salah satu yang mengembirakan adalah survei yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. Di tahun 2017, kota kumuh atau RW kumuh Jakarta dari 2.900 lebih, RW kumuhnya adalah 445 RW kumuh. Kemarin disurvei, sekarang Jakarta turun 52 persen lebih menjadi 211 RW kumuh," lanjut Pramono.

Keberhasilan penataan kawasan ini disebut sebagai hasil kolaborasi intensif dengan berbagai organisasi perempuan di tingkat akar rumput. Peran kader dari Gerwis, PKK, hingga Jumantik dianggap vital dalam menangani wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit tersentuh perbaikan.

"Mereka lah yang di lapangan yang kemudian membuat RW-RW kumuh dulunya yang tidak tertangani, Alhamdulillah sekarang ini menurun cukup drastis sekali," tambahnya.

Selain penataan kawasan, fokus utama lainnya adalah penanganan limbah melalui gerakan pemilahan sampah dari sumbernya. Program ini dijalankan melalui kerja sama lintas sektoral bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Menko Pangan guna mencari solusi jangka panjang masalah sampah di Jakarta.

"Kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah. Kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius menjadi gerakan baru bagi Jakarta untuk memilah sampah ini. Dan harapan saya adalah mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta yang dari waktu ke waktu akan terselesaikan," tambahnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan peresmian secara simbolis yang menandakan dimulainya rangkaian peringatan hari jadi kota serta kampanye kebersihan lingkungan.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Minggu tanggal 10 Mei tahun 2026, deklarasi gerakan pilah sampah sekaligus pencanangan hari ulang tahun ke-499 kota Jakarta dimulai. Jaga Jakarta bersih, pilah sampah. Secara resmi saya nyatakan dimulai," tutup Pramono.

Artikel terkait

Rekomendasi